Menurut stasiun TV CNN, senjata-sejanta itu dibeli dari Amerika Serikat (AS).
Keputusan itu memicu kekhawatiran perlombaan senjata baru yang menurut para analis dan politisi dapat mendorong dunia yang awalnya lebih jauh kini akan lebih dekat dengan perang nuklir.
Amerika Serikat (AS) menangguhkan kepatuhannya dengan Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia.
Jepang akan menempatkan dua sistem pertahanan rudal Aegis Ashore di prefektur Akita dan Yamaguchi untuk melawan ancaman rudal Korea Utara.
Dewan Keamanan PBB diharapkan akan menyetujui misi pemantauan gencatan senjata yang diperluas di Hodeidah, untuk mencoba dan memastikan pihak-pihak yang bertikai Yaman
Turki juga akan mengirim tiga sistem dan peralatan stasiun kontrol bagi angkatan darat
Gencatan senjata selama tiga minggu di Hodeidah sebagian besar bertahan tetapi mengisyaratkan bahwa pembicaraan damai baru mungkin tertunda.
Koalisi Arab yang mendukung pemerintah Yaman menyatakan bahwa pemberontak Houthi Yaman tidak menunjukkan niat untuk mengimplementasikan kesepakatan gencatan senjata yang diperantarai PBB di Hodeidah.
AS memperingatkan pemerintah Suriah agar tidak memanfaatkan keluarnya pasukan AS di wilayah itu untuk mengembangkan dan menggunakan senjata kimia.
Lavrov geram terhadap negara-negara Eropa yang terus mengiyakan kebijakan Gedung Putih, bahka saat kebijakan itu bertentangan dengan kepentingan mereka sendiri.