Arab Saudi berencana untuk menjual setengah dari 1 persen perusahaan minyaknya, Aramco, kepada investor individu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyetujui pendudukan militer yang diperluas untuk mengamankan bentangan ladang minyak di seluruh Suriah timur
Gedung Putih mengumumkan akan mengerahkan sekitar 500 tentara ke ladang minyak yang dikendalikan pasukan Kurdi yang didukung AS.
Minyak mentah Brent naik US$1,10, atau dua persen, pada angka US$60,72 per barel pada 11:33 ET (15.33 GMT), tetapi tetap pada jalur penurunan sekitar dua persen untuk minggu ini.
Negeri Para Mullah berhasil menjaga ekspor tetap lancar dan berjalan selama tujuh bulan terakhir.
Gambar dari citra satelit menunjukkan bahwa pasaukan AS secara mengekstrasi dan mengekspor minyak secara besar-besaran untuk diproses di luar Suriah.
Trump mengatakan Washington akan menyimpan sejumlah kecil pasukan AS akan tetap di Suriah di mana mereka memiliki minyak.
Selain itu, mereka juga merumuskan perkiraan untuk produksi dan distribusi minyak, produk minyak, gas alam dan gas cair untuk tahun 2020.
Setelah bertahun-tahun tertekan harga minyak, Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman, memperkenalkan program Vision 2030
Asosiasi Perdagangan Minyak Nabati India (SEAI) meminta anggotanya untuk tak lagi membeli minyak kelapa sawit dari Malaysia, sebagai bentuk hukuman karena mengkritik India atas atas kebijakannya terhadap Kashmir.