Serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan lebih dari 200 warga Palestina, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan menghancurkan bangunan dan infrastruktur utama air dan listrik di wilayah yang diblokade.
Tidak hanya itu, Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional Badan Siber Sandi Negara juga mencatat, sepanjang Januari-November 2020 setidaknya ada 423 juta serangan siber ke Indonesia.
Tim medis Gaza tidak dapat secara memadai merawat mereka yang terluka dalam serangan udara Israel karena Jalur tersebut kekurangan peralatan medis dan obat-obatan yang diperlukan.
Pasukan Israel dengan sengaja menargetkan dua jaringan pipa air di daerah Al-Saftawi yang memotong pasokan untuk 20 persen penduduk Kota Gaza.
Rumah dan apartemen menjadi sasaran selain situs militer milik Hamas dan Jihad Islam, memaksa lebih banyak keluarga dari daerah perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.
Yousef Abu Hussein kehilangan nyawanya setelah serangan udara Israel menghantam rumahnya di lingkungan Sheikh Radwan di utara Kota Gaza.
Peristiwa ini memicu eskalasi kekerasan lebih jauh dan disusul aksi Hamas meluncurkan serangan roket ke Israel. Israel mengklaim mendapat justifikasi untuk melakukan aksi militer ke wilayah Palestina.
korban tewas akibat serangan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat telah meningkat
Pemerintah Indonesia memberikan bantuan sebesar 500 ribu US Dolar (USD) kepada Palestina. Bantuan tersebut disalurkan melalui program bantuan baik pembangunan kapasitas maupun untuk pembangunan perekonomian Palestina.
Serangan Israel telah menewaskan 212 warga Gaza sejak dimulai Senin lalu. Korban tewas termasuk 61 anak dan 36 wanita.