Penyuluhanlah yang mampu membawa petani ke arah yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, dan memanfaatkan inovasi teknologi.
Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kecakapan berbisnis petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka.
Penyuluhan pertanian tetap memegang peranan yang signifikan dalam menggenjot produktivitas pangan.
Penyuluhan pertanian masih dihadapi berbagai persoalan, sehingga belum sepenuhnya berfungsi untuk mampu memberikan dukungan yang kuat dalam pencapaian ketahanan pangan nasional.
Sejak diluncurkan di tahun 2020, AWR dinilai mampu tampil sebagai salah satu inovasi digital terintegrasi yang telah banyak berperan dalam proses penyusunan kebijakan pangan dan sederet kinerja pertanian hingga saat ini.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak petani menjaga kualitas tanam dengan membuat herbisida nabati.
BPPSDMP melauncing Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Penyuluhan Pertanian.
Upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian antara lain memaksimalkan sejumlah program seperti kegiatan Sekolah Lapang (SL) IPDMIP, sebagaimana dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI) Bandarejo.
Lebih dari puluhan tahun Indonesia sudah bergantung pada produk pertanian impor karena produk pertanian lokal kalah dari sisi harga.
Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghasilkan skala ekonomi yang jauh lebih besar. Di antaranya melalui Urban Farming.