Kita tentu berharap produktivitas pertanian Indonesia terus ditingkatkan, dan saat ini kita patut bersyukur bahwa produksi padi kita sudah surplus. Hal ini tidak terlepas dari pendekatan kebijakan kementerian pertanian saat ini yang intensif menerapkan mekanisasi pertanian di setiap sub sektor pertanian.
Kementan telah menyiapkan peta intervensi, jika ada daerah yang kekurangan stok bahan pangan seperti daging ayam, telur dan daging sapi dan bahan pangan pokok lainnya.
Kementan mondorong Pemerintah Daerah (Pemda) dan stakeholder lainnya untuk mendekatkan stok bahan pangan pokok dengan masyarakat di masing-masing wilayahnya.
Petani sudah bisa menjalankan bisnis penyediaan beras dalam jumlah besar dan bahkan ke depannya termotivasi meningkatkan kapasitas usaha penggilinganya.
Presiden Pertama RI, Soekarno pada misinya membangun pangan menyampaikan bahwa masalah pangan merupakan masalah hidup dan matinya bangsa.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus terus menerus diupayakan oleh seluruh stakeholder, dalam hal ini Kementan.
Pertanian saat ini harus mampu menyediakan kebutuhan pangan dasar seluruh masyarakat Indonesia.
Mendesaknya upaya peningkatan produktivitas dapat dilihat dari melandainya produktivitas per hektar beberapa komoditas seperti padi, kedelai dan bawang dalam beberapa tahun terakhir ini.
Salah satu upaya nyata yang segera dilakukan adalah TKDN Alsintan buatan dalam negeri tidak boleh terus berada di posisi 42 persen, tapi harus di atas 50 per
Transformasi pertanian itu sejalan dengan harapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar pertanian Indonesia bergerak ke arah yang maju, mandiri, dan modern.