Para delegasi akan mengikuti konferensi internasional yang berlangsung 24-26 Oktober 2022 dalam rangka pembentukan Forum MPR Dunia atau nama lain yang nanti disepekati para delegasi.
Para delegasi peserta konferensi internasional MPR Dunia ingin mengingat sekaligus mengulang kembali ketika delegasi peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 berjalan kaki dari Hotel Savoy menuju Gedung Merdeka, tempat KAA.
Forum Consultative Assembly ini bisa memperkuat peran PUIC dalam memberikan kontribusi yang lebih besar untuk mewujudkan dunia yang aman, damai dan berkeadilan.
Pendekatan hukum transformatif progresif juga diperlukan di berbagai bidang, agar Indonesia bisa unggul sebagai kompetitor saat dunia memasuki transformasi yang demikian masif.
Adanya sub varian Covid-19 baru, Omicron XBB, harus meningkatkan kewaspadaan semua pihak. Pemerintah harus bisa mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
Upaya meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat lewat membudayakan asupan bergizi yang bersumber dari bahan pangan lokal harus menjadi sebuah gerakan dan harus mendapat dukungan semua pihak.
Makanan Sunda memiliki rasa rempah dan ciri khas sendiri.
BRIN yang memiliki kapasitas untuk melaksanakan riset kesehatan harus segera mengambil inisiatif strategis tersebut. Jangan membiarkannya berlarut-larut. Apalagi kalau yang muncul hanyalah inisiatif impor obat dengan biaya APBN.
MPR RI sengaja memilih Bandung sebagai tuan rumah, karena kota ini memiliki sejarah penting sebagai tuan rumah Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.