India akan membeli sembilan juta barel minyak Iran pada November, mengindikasikan importir minyak terbesar ketiga dunia akan terus mengimpor minyak Iran meskipun sanksi AS mulai berlaku pada 4 November.
Kedua sumber mengatakan India akan membeli sembilan juta barel minyak dari Iran pada November, terlepas dari sanksi Gedung Putih yang akan berlaku pada 4 November.
Keputusan itu sekali lagi membuktikan bahwa Tehran selama ini sudah benar, dan sanksi AS terhadap warga Iran adalah ilegal dan kejam.
Ini terjadi setelah AS memutuskan untuk memastikan pasar minyak mentah dipasok dengan baik, sebelum pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran.
Langkah itu dilakukan dua hari setelah Washington menghukum departemen militer China karena membeli jet tempur dan rudal dari Rusia, pelanggaran sanksi sebelumnya.
Wakil Menteri Luar Negeri China, Zheng Zeguang memanggil Duta Besar AS, Terry Branstad. Ia menyampaikan pernyataan serius terkait sanksi itu.
Pemerintah China dan Rusia bereaksi keras terhadap babak lain sanksi pemerintah Amerika Serikat. Bahkan kedua negara tersebut memperingatkan Trump untuk tidak bermain api.
Gedung Putih juga memasukkan 33 orang dan entitas yang terkait dengan militer dan intelijen Rusia, ke dalam catatan yang diatur undang-undang 2017, yang dikenal Melawan Adversaris Amerika Melalui Sanksi, atau CAATSA.
Trump memperingatkan Eropa, Asia dan Timur Tengah segera berhenti mengimpor minyak Iran hingga nol sebelum 4 November atau menghadapi babak baru sanksi Amerika.
Bulan sebelumnya, seorang penasihat lama di Kementerian Energi Arab Saudi juga mengatakan, sanksi AS saat ini terhadap Iran tidak mungkin menghentikan ekspor minyak Iran sepenuhnya.