Menlu Iran yakin Iran akan mampu menghadapi sanksi-sanksi AS.
Graham yang merupakan salah satu pengkritik terkuat Arab Saudi di tengah hilangnya Khashoggi memperingatkan akan memaksakan sanksi terhadap Kerajaa.
Dilansir dari Associated Press, salah satu sanksi tersebut berhubungan dengan penjualan senjata, di mana selama ini Saudi menjadi pasar senjata AS.
Sanksi yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump dinilai sebagai biang kerok yang menghalangi kemajuan perdamaian Korea Utara dan Korea Selatan.
Setelah Washington 8 Mei dari Kesepakatan Iran, AS memberikan waktu 90 hingga 180 hari ke negara-negara lain untuk merombak pakta nuklir 2015 sebelum memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Teheran pada 4 November.
Pada Minggu (14/10), Saudi mengultimatum akan menjatuhkan sanksi kepada negara yang getol menuduh Saudi berada di balik kasus tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, nilai mata uang Iran turun tajam dalam mengantisipasi sanksi baru AS, didorong sebagian oleh permintaan besar untuk dolar di kalangan rakyat Iran yang mencoba melindungi tabungan mereka.
Sebuah laporan di majalah India Today mengatakan India melibatkan sekutunya dan mitra di seluruh dunia untuk mencari solusi atas sanksi minyak Amerika Serikat (AS) yang berlaku pada 4 November mendatang.
Putusan pengadilan Jumat mengakhiri gesekan atas kasusnya yang menyebabkan krisis dalam hubungan antara kedua sekutu NATO. Washington menjatuhkan sanksi pada Ankara, yang berekor pada jatuhnya mata uang Turki.
Ali Khamenei menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah terpengaruh oleh sanksi apapun dari Amerika Serikat (AS).