Dua warga sipil mengalami luka-luka kecil akibat tertimpa puing-puing setelah pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan rudal Houthi di Riyadh dan kota selatan Jazan pada Sabtu malam.
Ansarullah mengatakan, agresi militer Saudi yang sedang berlangsung terhadap Yaman telah memicu kelaparan, kemiskinan dan wabah penyakit
Amerika Serikat menuding Iran kembali melakukan upaya untuk mengirimkan senjata ke milisi Houthi Yaman.
Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi mengutuk serangan tersebut
Sumber-sumber medis mengkonfirmasi bahwa sedikitnya 45 personil militer telah tewas dalam serangan itu, dan menambahkan bahwa puluhan lainnya terluka.
Menurut Kementerian Luar Negeri Korsel, saat disandera, satu kapal keruk Korsel sedang ditarik oleh satu kapal Korea lainnya, dan satu kapal berbendera Saudi.
Jika perang berlanjut hingga 2022, Yaman akan menempati urutan pertama negara termiskin di dunia, dengan 79 persen populasi hidup di bawah garis kemiskinan dan 65 persen diklasifikasikan sebagai sangat miskin.
Serangan pada 14 September lalu itu sudah terang-terangan diklaim oleh militer Houthi. Namun Saudi tetap bersikukuh mengatakan bawah seranga tersebut disponsori oleh Iran.
Pekan ini, Aramco mengajukan dokumen permintaan proposal (Request For Proposal atau RfP) ke bank awal untuk mendapatkan pinjaman.
Perang rezim Riyadh yang berkelanjutan terhadap Yaman sangat memalukan bagi masyarakat internasional dan merupakan ancaman besar bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.