Beberapa drone yang diketahui sarat dengan bahan peledak itu ditaklukkan sebelum sempat mengancam warga sipil di Saudi.
Amerika Serikat (AS), Arab Saudi dan sekutu mereka sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi bencana karena tidak mengizinkan Yaman menjual minyak mentah yang dimuat di kapal tanker itu.
Rudal dari kelompok yang didukung Iran tersebut menargetkan sipil di kawasan Najran, Arab Saudi.
Al-Sanabani adalah satu dari jutaan orang Yaman yang diungsikan oleh Houthi ketika mereka menduduki Sanaa pada akhir 2014.
Menteri Kesehatan kelompok militer Houthi, Taha al-Motawakel mengungkapkan bahwa vaksin virus corona baru (Covid-19) akan muncul dari negaranya, Yaman.
Yaman meminta PBB untuk mengecam tindakan Houthi dan menuntut kelompok itu dipaksa untuk mengirim pasokan medis ke rumah sakit.
Gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh koalisi yang memerangi kelompok Houthi yang berpihak Iran di Yaman berakhir pada hari Kamis
Al-Ruwaishan dikenal karena tulisan-tulisan kritisnya tentang Houthi sejak pecahnya konflik di Yaman pada Maret 2015.
Ibrahim menyampaikan khotbahnya selama 22 menit, sebelum mengakhirinya dengan jargon "Allah Maha Besar, Enyahlah Amerika, Enyahlah Israel, Terkutuklah Yahudi, kemenangan bagi Islam."
Gencatan senjata yang diserukan oleh Arab Saudi, hanyalah tipuan belaka untuk meraih opini publik internasional.