Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi murid kelas 12, resmi dibuka mulai Minggu 24/8) kemarin. TKA merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan sekaligus menyediakan tolak ukur kompetensi akademik yang setara dan adil bagi seluruh peserta.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kemampuan intelektual di atas rata-rata memiliki kecenderungan lebih besar untuk menganalisis secara mendalam. Karena itu, mereka kerap terjebak dalam proses berpikir yang panjang sebelum mengambil keputusan.
Lestari Moerdijat: Upaya Peningkatan Kemampuan Peserta Didik Harus Konsisten dan Terukur
BRI Peduli Literasi Anak Negeri merupakan program khusus yang dirancang dengan beberapa tujuan seperti meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami bacaan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melarang satuan pendidikan memungut biaya atas pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dikatakan, TKA yang bersifat opsional ini tidak dikenakan biaya apapun.
Tantangan yang dihadapi oleh TNI ke depan diantaranya pertama, peningkatan kemampuan tempur berbasis teknologi mutakhir, termasuk penguasaan drone tempur, siber, dan kecerdasan buatan.
Keputusan tersebut merupakan kejelian dan kemampuan Presiden Prabowo berkomunikasi yang sangat baik dengan masyarakat
Lestari Moerdijat: Dorong Pemanfaatan Hasil TKA untuk Lahirkan Sistem Pendidikan yang Lebih Baik
Bagi siswa SMA/SMK/MA/sederajat, TKA akan dilaksanakan pada November nanti. Sehingga siswa kelas XII bisa menggunakan nilai TKA-nya dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan dimulai pada akhir tahun ini. Meski bersifat tidak wajib, namun terdapat keuntungan bagi peserta didik yang bersedia mengikuti tes asesmen yang diselenggarakan pemerintah tersebut.