Misi diplomatik Rusia, China, Iran, Suriah, Korea Utara, Kuba, Nikaragua, dan Venezuela mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres terkait dampak negatif dari sanksi tersebut.
Kedunya memuji Republik Islam Iran karena mengambil berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup para pengungsi Afghanistan dengan sumber dayanya sendiri meskipun ada tekanan ekonomi.
Pihak-pihak yang bertikai juga sepakat untuk menunjuk anggotanya ke komisi militer dengan lima anggota dari masing-masing pihak seperti yang diinginkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memantau implementasi gencatan senjata.
Ia menyurati kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, yang menyatakan, pembunuhan dengan dalih apa pun adalah contoh nyata terorisme negara dan merupakan tindakan kriminal yang melanggar prinsip dasar hukum internasional.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan, tidak ada lagi alasan Pyongyang untuk terikat moratorium deklarasi balistik rudal balistik dan uji coba bom nuklir.
Blokade tidak manusiawi dan bertentangan dengan semua prinsip hukum internasional, Konvensi Jenewa Keempat dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.
Sekjen PBB serukan dunia tak menyerah melawan perubahan iklim yang semakin mengerikan.
Turki ingin menciptakan zona penyangga sedalam 30 kilometer (20 mil) di sisi perbatasan Suriah.
Amerika Serikat (AS) melakukan tindakan agresif terhadap seluruh bangsa, sementara PBB tetap membisu.
Ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya itu, menurut Guterres memengaruhi setiap negara, dengan memperburuk konflik dan mengganggu stabilitas seluruh kawasan.