Pemimpin Turki menyerukan boikot barang-barang Prancis dan parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik utusannya dari Paris.
Sanksi tersebut berlaku untuk Kementerian Perminyakan Iran, Perusahaan Minyak Nasional Iran dan Perusahaan Tanker Nasional Iran atas dukungan keuangan kepada Korps Pengawal Revolusi Islam Iran-Pasukan Quds.
Pemimpin yang berusia 42 tahun tersebut telah menyatakan perang terhadap separatisme Islam, yang katanya mengambil alih beberapa komunitas Muslim di Prancis.
Pemboikotan terjadi akibat reaksi yang semakin luas terhadap pernyataan keras Presiden Prancis Emmanuel Marcon, untuk memerangi kalangan Islam radikal.
Kritikan dan dukungannya terhadap majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, menyebabkan kampanye media sosial yang menyerukan boikot produk Prancis dari supermarket di negara-negara Arab dan Turki.
Khan dalam suratnya merujuk pada situasi di Prancis, di mana, katanya, Islam dikaitkan dengan terorisme.
Prancis mengatakan akan memanggil utusannya ke Turki untuk konsultasi setelah komentar Erdogan yang mempertanyakan kesehatan mental Macron
Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Pendidikan Islam (Pendis), Ridwan, menyebut masing-masing siswa raudhatul athfal (RA) akan mendapatkan 20 gigabyte per bulan.
AS menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris asing pada April 2019 sebagai bagian dari strategi tekanan maksimum pemerintahan Trump terhadap Teheran.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.