Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan AS mengunakan Kolombia untuk melancarkan kudeta ke Venezuela
Pertemuan kedua negara tersebut terjadi beberapa hari setelah sebagian besar negara anggota Uni Eropa mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.
PBB tidak akan campur tangan dalam urusan politik di Venezuela.
Maduro menyampaikan pernyataan itu untuk memperingati Hari Martabat Nasional, peringatan kudeta 1992 yang gagal terhadap mendiang Presiden Hugo Chavez, pendahulunya.
Langkah terkoordinasi yang dilakukan Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, Swedia, Denmark, Austria dan Belanda pada Senin datang sehari setelah berakhirnya ultimatum delapan hari bagi Presiden Nicolas Maduro untuk mengadakan pemilihan baru.
Keputusan Denmark mengikuti negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Jerman dan Spanyol dalam menanggapi perkembangan di Venezuela.
Trump yang paling pertama mendeklarasikan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela kembali memujinya. Ia menggambarkannya sebagai seorang pria muda dan energik.
Ketegangan di Venezuela telah tinggi sejak 23 Januari ketika Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.
Demonstran berkumpul menentang dukungan Washington untuk presiden sementara yang mendeklarasikan sendiri di Venezuela.
Presiden yang mengangkat dirinya sebagai presiden itu mengatakan, membangun demokrasi adalah salah satu dari lima prinsip yang ingin diterapkan untuk mengatasi krisis yang dihadapi Venezuela.