Pengiriman itu akan menjadi kedatangan kedua bantuan besar-besaran AS dan internasional untuk Venezuela, yang banyak di antaranya tidak memiliki akses ke makanan dan obat-obatan, karena pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara
Anehnya, Trump mengatakan tidak pernah mempertimbangkan untuk mengerahkan militer ke Venezuela saat awak media menanyakan itu kepadanya.
Guaido meengatakann sedang mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besar Venezuela dari Tel Aviv ke Yerusalem
Selain itu, Maduro juga meyakini, Trump termasuk dalam kelompok supremasi kulit putih.
Pernyataan Guaido itu disampaikan saat mengumumkan, bantuan internasional untuk rakyat Venezuela akan segara masuk pada 23 Februari.
Mereka mendesak Amerika Serikat berhenti mencampuri urusan dalam negeri Venezuela.
Guaido, yang telah diakui sebagian besar negara-negara Barat sebagai presiden sah Venezuela selama sebulan terakhir, mengunggah foto dirinya dikelilingi tumpukan gardus putih vitamin dan suplemen gizi.
Citgo menghadapi krisis keuangan dan manajemennya setelah Presiden AS, Donald Trump pekan lalu memberlakukan sanksi keras pada PDVSA sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden sayap kiri Nicolas Maduro.
Pengadilan telah melarang Guaido meninggalkan negara dan membekukan rekening banknya.
Seorang hakim Mahkamah Agung Venezuela mengatakan bahwa keputusan pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido