Komando Afrika-AS (AFRICOM) melakukan tiga serangan udara di dua lokasi di negara Afrika timur yang dilanda konflik, dengan menargetkan gerilyawan Al-Shabaab.
Amerika Serikat melakukan serangan udara reguler di Somalia untuk mendukung pemerintah yang didukung PBB di sana, yang telah berperang melawan pemberontakan al Shabaab selama bertahun-tahun.
Kelompok dari jaringan Al Qaida, al Shabaab, menyatakan bertanggung jawab atas serangan di dekat kediaman presiden itu serta hotel di sekitarnya.
Serangan bom bunuh diri ini dikaitkan dengan kelompok radikal Al Shabaab yang selama ini menjadi pasukan oposisi pemerintah Somalia.