Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang hidupnya pas-pasan, kondisi ini sangatlah berat.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah dirintis semenjak tahun 1979 lalu ini, kini telah menjelma menjadi perushaaan yang terdepan dalam mengusung kemitraan dengan petani sawit, selain menjadi salah satu produsen utama biodiesel di Indonesia.
Ego menyampaikan cadangan untuk lima lokasi prospektif tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 9,8 miliar barel setara minyak.
Sulit untuk memahami fenomena pasar yang akan signifikan terhadap inflasi ini terjadi di negara yang memiliki perkebunan sawit terluas dunia. Tidak mungkin ada fenomena pasar yang demikian ekstrim kecuali telah terjadi praktek Kartelisasi minyak goreng.
Harga minyak goreng melambung, rakyat berkabung salah satu bentuk bahwa pertarungan antar negara, korporat, dan Pasar.
Saya kira memang perlu cepat intervensi pasar. Kalau bisa minggu ini segera lakukan, jangan ditunda-tunda.
Ironinya, pada kenaikan harga ini, konglomerat pemilik perkebunan kelapa sawit sedang dibanjiri uang hasil ekspor sawit. Sementara di saat yang sama rakyat kecil ‘berkabung’ akibat kebutuhan pokok naik tinggi. Apalagi harga minyak goreng yang melambung tak mampu dibendung.
Pernyataan CEO Moderna, Stéphane Bancel pada Selasa (30/11), memicu penurunan harga minyak mentah berjangka lebih dari satu dolar, dan mata uang Australia mencapai level terendah dalam setahun.
Indonesia berada dalam situasi di mana konsumsi BBM lebih tinggi dari kapasitas produksinya, sehingga mengakibatkan peningkatan tingkatan impor minyak dan defisit neraca perdagangan.
Peta jalan itu akan menjadi pijakan bagi industri hulu migas dalam mencapai target produksi minyak 1 juta barel dan 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030, dengan tetap mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon.