Syahrul mengatakan, semua pelaku pembangunan pertanian memiliki potensi untuk menjadi pahlawan bangsa, termasuk jajaran Kementan.
Syahrul juga berharap agar industri pengolahan nanas bisa segera dikembangkan dilokasi tersebut guna memproduksi olahan nenas yang siap ekspor.
Pasalnya, isu-isu lingkungan yang berkaitan dengan pertanian serta perubahan iklim global membutuhkan kecepatan dan ketepatan antisipasi dan solusi.
JPN akan memperkuat sekaligus menjadi mata dan telinga Kementerian Pertanian (Kementan), dalam mengakselersi pembangunan pertanian secara maju, mandiri dan modern di daerah.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus menggairahkan ekspor komoditas pertanian di tengah masa pandemi covid 19, agar perekonomian nasional dan kesejahteraan petani semakin tangguh.
Industri besar olahan kentang memerlukan bahan baku tidak kurang dari 100 ton per hari. Hal ini memberikan peluang bagi para petani dalam menyediakan bahan baku segar kentang industri.
Mentan Syahrul meminta petani milenial Violla Az-Zahra yang mengelola sayuran di 9 hektar lahan pertanian miliknya untuk mengembangkan lebih banyak lagi komoditas pertanian yang memiliki nilai tambah dan keuntungan.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mendorong lahan hutan menjadi kawasan agrowisata di Kabupaten Bandung Barat untuk mewujudkan pertanian menuju kedaulatan pangan bersama kekuatan dan nilai-nilai luhur kebudayaan lokal di Jawa Barat.
Selain itu, pola konsumsi juga bersifat musiman terutama di daerah-daerah sentra produksi dan menyesuaikan hari besar keagamaan nasional (HBKN) serta kegiatan hajatan masyarakat berkaitan dengan penanggalan Jawa.
Pada tahap pertama telah diserap sebanyak 30 ton dan sisanya sebanyak 32.5 ton akan diserap pada tahap selanjutnya. Lokasi sentra penyerapan telur terdiri dari Provinsi Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.