Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$73,00 per barel pada 03.03 GMT, naik 38 sen atau 0,5 persen dari penutupan terakhir mereka
Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$72,16 per barel pada 03.49 GMT, naik 39 sen atau 0,5 persen dari penutupan terakhir mereka
Memasuki bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, hampir bisa dipastikan harga komoditas pangan akan merayap naik. Pola kenaikan harga pangan ini selalu berulang kali setiap tahunnya dan menyasar hampir seluruh bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$70,27 per barel pada 01.04 GMT, naik 6 sen atau 0,1 persen dari penutupan terakhir mereka
Minyak mentah berjangka Brent naik 83 sen menjadi US$71,45 per barel, naik 1,2 persen pada 10:38 EDT (1438 GMT).
Biaya tersebut naik US$1,36 miliar dari angka sebelumya, guna mengantisipasi inflasi jelang pertandingan akbar itu.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik di atas US$72,90 untuk pertama kalinya sejak November 2018, mencapai tinggi US$72,93 tak lama setelah 01.00 GMT, naik sebesar 1,3 persen dari penutupan terakhir mereka.
Banyak orang menghindari makan malam karena dianggap dapat membuat berat badan cepat naik alias gemuk. Benarkah demikian?
Harga roti naik dari US$1,80 menjadi US$3,50 atau Rp48.400. Sedangkan harga mentega naik dua kali lipat dari US$8,50 menjadi US$17 atau Rp235.000.
Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$71,80 per barel pada 20.00 WIB, naik 18 sen dari penutupan terakhir mereka, dan mendekati harga tertinggi dalam lima bulan terakhir pada Rabu lalu di angka US$72,27 per barel.