Pendahulu Biden, Donald Trump dari Partai Republik, telah mencoba melarang TikTok pada tahun 2020 tetapi diblokir oleh pengadilan.
Sejumlah pemerintah nasional di Eropa telah membatasi TikTok untuk pegawai pemerintah, karena khawatir pihak berwenang di Beijing dapat menggunakan jaringan berbagi video untuk mengakses data pengguna yang sensitif.
Badan NUKIB merekomendasikan agar TikTok tidak dipasang di ponsel yang penggunanya mengakses infrastruktur penting.
Tiktok mengatakan akan mulai menyimpan data pengguna Eropa secara lokal tahun ini, dengan migrasi berlanjut hingga 2024.
Tiga lembaga utama Uni Eropa dalam dua minggu terakhir telah memerintahkan pembersihan aplikasi milik China dari perangkat termasuk ponsel dan laptop yang digunakan untuk bekerja.
Partai Demokrat menentang RUU itu. Mereka mengatakan kebijakan itu terburu-buru dan membutuhkan uji tuntas melalui debat dan konsultasi dengan para ahli.
Komisi Eropa dan Dewan Uni Eropa pekan lalu melarang TikTok dari telepon staf karena meningkatnya kekhawatiran tentang perusahaan China.
Gedung Putih memberi waktu 30 hari kepada lembaga pemerintah untuk menghapus aplikasi TikTok milik China di perangkat milik pemerintah.
Keputusan itu sejalan dengan keputusan mitra internasional Kanada yang telah melarang aplikasi milik ByteDance Ltd.
Taiwan Selidiki TikTok atas Dugaan Operasi Ilegal.