Merujuk informasi luar negeri, juga pemerintah sendiri bahwa dalam beberapa minggu kedepan akan terjadi lonjakan besar Omicron. Nah, sebagai langkah antisipasi, saya kira kita harus bersikap waspada. Apalagi, sudah ada dua pasien varian Omicron yang meninggal. Artinya sudah ada case fatality rate-nya.
Setelah gelombang Omicron yang melanda Eropa saat ini mereda, akan ada beberapa minggu dan bulan kekebalan global, baik berkat vaksin atau karena orang memiliki kekebalan karena infeksi, dan juga menurunkan musim.
Kepatuhan anak-anak usia 11 tahun kebawah terhadap protokol kesehatan masih belum 100 persen, juga belum tersedianya atau belum lengkapnya vaksinasi anak-anak usia kurang dari 11 tahun.
Pfizer siap mengajukan persetujuan untuk vaksin yang dirancang ulang untuk melawan Omicron, dan memproduksinya secara massal, segera setelah Maret.
Selandia Baru akan memberlakukan aturan menggunakan masker dan membatasi berkumpul mulai tengah malam pada Minggu (23/1), setelah ditemukan klaster baru varian Omicron. Setidaknya, ada sembilan kasus positif yang terdeteksi.
Para ilmuwan terus mencermati sub-varian varian Omicron virus corona, untuk menentukan bagaimana kemunculannya dapat memengaruhi penyebaran pandemi di masa depan.
Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso.
Perempuan itu tidak divaksinasi dan tidak memiliki riwayat medis yang diketahui.
Jumlah kasus melonjak hampir 2,5 kali dari 4.561 yang diajukan seminggu sebelumnya dan lebih tinggi dari 9.699 kasus yang dikonfirmasi pada Jumat (21/1).
Studi, yang dipimpin oleh CDC, adalah yang pertama di AS yang melihat dampak dosis booster terhadap varian Omicron yang menyebar cepat, yang sekarang menyumbang 99 persen dari semua kasus COVID-19 baru.