Pengumuman sanksi datang pada hari yang sama Korea Utara mengatakan pihaknya menguji jenis rudal balistik antarbenua (ICBM) yang baru dan kuat.
Peluncuran Kamis adalah pertama kalinya Pyongyang menembakkan rudal paling kuat Kim dari jarak penuh sejak 2017.
Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memperingatkan bahwa Pyongyang tampaknya bersiap untuk menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) pada jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017.
Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat di tengah tanda-tanda yang berkembang bahwa Pyongyang dapat segera menindaklanjuti ancamannya untuk memulai kembali pengujian ICBM.
Seperti 10 rudal balistik lainnya yang diluncurkan sejak awal tahun, tindakan DPRK ini melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan
Negara ini sudah lama dilarang melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik oleh Dewan Keamanan PBB.
Korea Utara mengkonfirmasi telah menembakkan "rudal balistik jarak menengah" Hwasong-12 pada Minggu (30/1).
Korea Utara sebelumnya mengatakan, Hwasong-12 dapat membawa hulu ledak nuklir berat berukuran besar.
Uji coba pada akhir pekan kemarin diduga menggunakan rudal balistik jarak menengah ke luar angkasa.