Manchester, Jurnas.com - Tim pemandu bakat Manchester United dilaporkan kian mengintensifkan perburuan terhadap bek muda Como, Jacobo Ramon, untuk mengatasi krisis bek yang berlangsung musim ini.
Skuad asuhan Michael Carrick saat ini tengah tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Premier dengan baru mengoleksi tujuh poin, hanya terpaut keunggulan selisih gol di atas zona degradasi.
Lini belakang Setan Merah tercatat telah kebobolan minimal dua gol dalam lima laga liga domestik musim ini, sehingga manajemen klub merasa sangat mendesak untuk mendatangkan amunisi baru pada bursa transfer mendatang.
Nama Jacobo Ramon menjadi target utama MU terutama setelah sang bek berusia 21 tahun itu tampil mengesankan saat berhadapan langsung dengan Setan Merah di ajang Liga Champions pada Oktober lalu.
Dalam laga tersebut, bek jebolan Real Madrid itu tidak hanya kokoh mengawal area pertahanan, tetapi juga ikut maju membantu serangan hingga berhasil mencetak gol ke gawang United lewat sundulan jarak dekat.
Sepanjang musim ini di Serie A, Ramon telah tampil dalam 10 pertandingan dengan delapan kali menjadi starter, membukukan dua gol, serta mengukir rata-rata 65 umpan sukses per laga dengan akurasi mencapai 92 persen.
Selain piawai menguasai bola, Ramon juga terbukti tangguh dalam duel individu dengan memenangkan 67 persen duel yang dilakoninya bersama Como.
Kendati nilai pasarnya menurut Transfermarkt berada di angka 45 juta euro atau sekitar 37,5 juta poundsterling, manajemen MU diprediksi harus merogoh kocek lebih dalam untuk bisa mengamankan tanda tangan sang pemain berpotensi tinggi tersebut.
Urgensi Pembenahan Benteng Pertahanan
Langkah perburuan bek baru ini diambil menyusul penurunan performa yang dialami barisan pemain belakang senior United. Sejumlah pilar utama seperti Luke Shaw dan Harry Maguire dinilai sudah melewati masa keemasannya, sementara mentalitas Lisandro Martinez sempat menuai sorotan dari para pengamat. Di saat yang sama, para suporter juga mendesak klub untuk segera mencari pengganti bek kanan Diogo Dalot.
Situasi yang menempatkan MU dalam ancaman persaingan papan bawah membuat pembenahan benteng pertahanan tidak bisa lagi ditunda. Manajemen klub menyadari bahwa mereka tidak boleh terus membiarkan kelemahan di lini belakang merusak perjalanan tim sepanjang sisa musim kompetisi.





