London, Jurnas.com - Raksasa teknologi Microsoft memutuskan untuk menolak opsi perluasan kesepakatan sewa kapasitas komputasi AI bernilai puluhan miliar dolar AS dengan perusahaan rintisan (startup) asal Inggris, Nscale.
Langkah ini membatalkan rencana penambahan kapasitas pusat data di Ward County, Texas, sebesar 500 megawatt (MW) yang sedianya akan melipatgandakan nilai kontrak sewa kedua belah pihak.
Menurut laporan Financial Times pada Kamis (5/11), Keputusan tersebut berpotensi menekan ambisi Nscale yang tengah bersiap menggelar penawaran umum perdana (IPO) senilai USD$35 miliar di bursa saham Amerika Serikat (AS).
Pembatalan opsi di Texas ini menjadi penolakan kedua yang dialami Nscale dari raksasa teknologi tersebut, setelah sebelumnya Microsoft membatalkan kesepakatan sewa kapasitas pusat data senilai 3 miliar dolar AS di Essex, Inggris, akibat keterlambatan penyambungan daya listrik.
Perusahaan rintisan yang dipimpin oleh Josh Payne serta disokong oleh produsen cip Nvidia tersebut kini dituntut mencari pelanggan baru guna menghindari kehilangan potensi pendapatan miliaran dolar di masa depan.
Di samping itu, jajaran dewan direksi Nscale yang diperkuat oleh mantan eksekutif Meta Sheryl Sandberg serta mantan Wakil Perdana Menteri Inggris Sir Nick Clegg juga harus mengarungi skeptisisme investor terkait beban utang pembangunan infrastruktur pusat data.
Tantangan operasional Nscale kian bertambah seiring penundaan konstruksi dan penolakan warga lokal pada lokasi pusat data utama mereka di West Virginia. Pada semester pertama tahun 2026, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar USD$1 miliar dari pendapatan yang mencapai USD$141 juta.
Meskipun demikian, sumber internal menyatakan bahwa keputusan Microsoft untuk tidak mengambil kapasitas tambahan di Texas tidak memengaruhi total nilai akumulasi pesanan (backlog) Nscale yang saat ini diperkirakan mencapai USD$103 miliar.
Negosiasi Mitra Baru dan Hambatan Infrastruktur Energi
Guna menjaga kelangsungan fasilitas pusat data di Texas, Nscale telah menjalin kesepakatan sewa kapasitas dengan perusahaan robotika Figure, serta terus bernegosiasi dengan sejumlah calon pelanggan potensial lainnya.
Selain itu, Nscale juga sedang melakukan pembicaraan dengan Anthropic untuk memperluas kerja sama sewa pusat data kedua berkapasitas 460 MW di West Virginia, melengkapi kesepakatan komputasi senilai USD$45 miliar yang telah ditandatangani sebelumnya.
Secara keseluruhan, dinamika ini mencerminkan tingginya hambatan penyediaan daya listrik dan infrastruktur energi yang dihadapi para penyedia layanan awan baru (neoclouds) dalam memenuhi lonjakan permintaan industri komputasi.
Ketegangan terkait pembangunan pusat data bahkan menjadi salah satu isu krusial yang memengaruhi dinamika politik lokal di Amerika Serikat. Nscale kini memfokuskan strategi pada pengembangan aset energi dengan target kapasitas daya hingga 10 gigawatt (GW) di berbagai lokasi seperti Texas, West Virginia, Portugal, dan Norwegia.






