News

Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey Telantarkan Penumpang di Kamboja

Kapal pesiar Villa Vie Odyssey menelantarkan penumpang di Kamboja imbas krisis BBM.
Kapal pesiar Villa Vie Odyssey di Kamboja (Foto: Reuters)

Sihanoukville, Jurnas.com - Kapal pesiar Villa Vie Odyssey bertolak meninggalkan pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, pada Selasa (4/11) pagi tanpa membawa penumpang. Keberangkatan ini dilakukan setelah pihak pengelola memutus operasional dan menurunkan secara paksa lebih dari 200 penumpang yang telah membayar puluhan ribu dolar untuk tinggal di atas kapal selama bertahun-tahun.

Pemilik kapal yang berbasis di Florida, Villa Vie Residences, menghentikan operasional sejak akhir Oktober dengan alasan lonjakan harga bahan bakar akibat perang Iran yang membuat biaya pelayaran membengkak tak terjangkau.

Kepala Dinas Pariwisata Sihanoukville, Taing Sochitkrishna, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut meninggalkan lokasi hanya dengan mengangkut sekitar 50 awak kapal tanpa satu pun penumpang di dalamnya.

Penurunan ratusan penumpang tersebut menyisakan ketidakpastian besar bagi para penghuni kapal yang telah mengangkut impian tinggal di laut. Sekitar 100 penumpang dilaporkan masih bertahan di Kamboja, sementara sebagian besar lainnya telah terbang menuju berbagai destinasi di kawasan Asia Tenggara. Sehari sebelum kapal bertolak, para penumpang menyelesaikan pengangkutan barang-barang pribadi mereka dari atas kapal tanpa kepastian apakah mereka bisa kembali.

"Masih banyak barang di atas kapal yang sebenarnya sangat ingin saya bawa," kata penumpang asal Wilmington, North Carolina, Shirine Thomas, dikutip dari Straits Times pada Rabu (4/11).

Kapal pesiar Villa Vie Odyssey telah mengarungi lautan dunia setidaknya selama 755 hari sebagai salah satu dari sedikit kapal yang menawarkan fasilitas sewa atau kepemilikan hunian jangka panjang hingga permanen di atas laut.

Namun, perjalanan panjang tersebut terhenti tanpa arah tujuan yang pasti. Kendati situs pemantauan maritim dan sejumlah penumpang mengindikasikan kapal bertolak menuju Singapura, pihak manajemen Villa Vie Residences tidak memberikan respons saat dihubungi melalui telepon maupun surat elektronik.

Minim Informasi Manajemen dan Kekecewaan Warga

Para penumpang mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap manajemen perusahaan yang dinilai tertutup dan tidak memberikan kepastian mengenai nasib sisa perjalanan mereka. Ketidakjelasan informasi ini membuat para penumpang lansia yang telah menanamkan investasi besar merasa ditelantarkan di negeri orang.

Mary Ann Demsar, seorang pensiunan guru SMA berusia 67 tahun asal Ontario, Kanada, menyatakan bahwa pemilik kapal sama sekali tidak memberikan penjelasan mengenai kelanjutan pelayaran.

"Kami tidak mendapatkan petunjuk yang jelas dari pemilik Villa Vie mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Mereka begitu bungkam, satu-satunya informasi yang kami dapatkan justru berasal dari pemerintah dan perwakilan yang sangat baik di Kamboja ini," ungkap Mary Ann Demsar.