Jakarta, Jurnas.com - Sekitar 70 persen warga Iran menginginkan perubahan terhadap doktrin nuklir Republik Islam tersebut, kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Mohsen Rezaei.
"Rakyat Iran menyerukan perubahan doktrin nuklir negara. Saat ini, pembahasan serius tentang masalah tersebut sedang berlangsung," kata Rezaei kepada televisi pemerintah Iran.
Ia menegaskan bahwa tuntutan tersebut disuarakan oleh sekitar 70 persen penduduk negara itu.
Meski demikian, sebagaimana pernyataan sebelumnya, kepemimpinan Iran belum mengambil keputusan baru terkait persoalan tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, wacana perubahan doktrin nuklir Iran tengah menjadi pembahasan di negara itu.
Diskusi tersebut mencuat setelah pemimpin salat Jumat Teheran, Ali Akbari, menyampaikan pernyataan terbuka yang menilai perlunya perubahan doktrin nuklir Iran.
Otoritas Iran sebelumnya telah berulang kali menyatakan bahwa program nuklir negara tersebut semata-mata bertujuan damai.
Sikap itu didasarkan pada doktrin keamanan negara serta fatwa atau ketetapan keagamaan yang menegaskan bahwa Teheran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA






