News

Generasi Muda Rusia Mulai Tertarik Belajar Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia menyimpan ketertarikan tersendiri bagi generasi muda Rusia. Salah satu buktinya, melalui ajang Kongres Bahasa Indonesia di Moskow
Kongres Bahasa Indonesia di Moskow, Rusia (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Bahasa Indonesia menyimpan ketertarikan tersendiri bagi generasi muda Rusia. Salah satu buktinya, ajang Kongres Bahasa Indonesia di Higher School of Economics University di Moskow, pada Rabu (28/10) lalu, sukses mengumpulkan sekitar 140 mahasiswa, akademisi, pengajar, dan Indonesianis. 

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat dunia tidak cukup hanya dengan mengajak belajar kosakata dan tata bahasa. Bahasa Indonesia juga harus hadir dalam percakapan akademik, diplomasi, perdagangan, hingga kebudayaan internasional.

“Penginternasionalan bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya menambah jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global,” ujar Wamen Atip.

Pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023 menjadi modal penting. Namun, hal yang lebih penting ialah memastikan bahasa Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga digunakan dalam berbagai forum dan kegiatan di tingkat dunia.

Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia

Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025–2045. Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI) meningkat dari 51,44 pada 2024 menjadi 52,99 pada 2025, dengan target 55,87 pada 2029.

Salah satu pintu masuknya adalah program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hingga Oktober 2026, BIPA telah menjangkau 62 negara melalui 520 lembaga penyelenggara dengan lebih dari 234.000 pemelajar aktif. Di Rusia, program ini mendapat tempat melalui kelas BIPA KBRI Moskow yang kini diikuti 149 pemelajar.

Wamen Atip menilai Rusia memiliki potensi besar sebagai mitra pengembangan bahasa Indonesia. Tradisi akademik Rusia dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya dapat menjadi landasan untuk memperluas pertukaran mahasiswa dan akademisi, riset bersama, program BIPA, serta penerjemahan karya sastra.

“Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia,” katanya.

Bahasa Indonesia memang bukan hal baru di Rusia. Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, menyampaikan bahwa pengajarannya di Universitas Negeri Moskow telah dimulai sejak akhir 1950-an. Kini, bahasa Indonesia juga dipelajari di HSE University.

Meski memiliki sejarah panjang, pengajaran bahasa Indonesia di Rusia masih menghadapi sejumlah kendala. Jumlah pengajar terbatas, bahan ajar yang disesuaikan dengan penutur bahasa Rusia masih minim, dan keberlanjutan program perlu mendapat perhatian. Jose berharap kongres ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut sekaligus memperluas jejaring Indonesianis di Rusia dan Belarus.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Khoirul Rosyadi, menyampaikan bahwa kongres ini akan dilanjutkan sebagai agenda tahunan. Penyelenggaraan kedua ini juga mempertemukan Indonesianis Rusia dari berbagai generasi, mulai dari mereka yang telah lama menekuni kajian Indonesia hingga mahasiswa yang sedang mempelajarinya.