News

Terdampak Manuver Rusia dan China Cadangan Dolar Merosot

Menkeu AS Scott Bessent mengakui adanya penurunan cadangan dolar AS menyusul langkah Rusia dan China yang memangkas kepemilikan mata uang tersebut.
Pendiri Key Square Group Scott Bessent berpidato di acara kampanye Donald Trump di Asheville, North Carolina, AS, 14 Agustus 2024. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengakui adanya penurunan cadangan dolar AS menyusul langkah Rusia dan China yang memangkas kepemilikan mata uang tersebut.

"Kami melihat adanya penyusutan dalam aset cadangan, dan hal itu terjadi karena penurunan kepemilikan cadangan, sebagian besar oleh Rusia dan China," ujar Bessent saat memberikan keterangan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, dikutip Sputnik, Rabu (16/9).

Meski demikian, Bessent menegaskan bahwa porsi transaksi global yang menggunakan dolar AS tetap "berkembang pesat" dan bahkan mencatatkan peningkatan sepanjang tahun 2026.

Lebih lanjut, ia menyebut Departemen Keuangan AS baru-baru ini berhasil menggelar dua lelang mata uang paling sukses dalam dua dekade terakhir.

Menurut Bessent, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kredibilitas sistem keuangan AS, tingginya kepercayaan dunia terhadap dolar, serta keberhasilan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.