https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tahukah Kalau IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna Dapat Menyebabkan komplikasi dan kematian?

Syafira | Rabu, 20/01/2021 18:34 WIB



IBD merupakan sekelompok penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada usus kecil dan besar, di mana elemen sistem pencernaan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Ilustrasi rasa sakit di bagian perut

Jakarta, Jurnas.com - Penyakit Inflammatory bowel disease (IBD) yang merupakan penyakit autoimun yang juga dikenal dengan peradangan usus kronis. Apabila tidak diobati dengan tepat akan berakibat komplikasi hingga kematian bagi penderitanya.

IBD merupakan sekelompok penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada usus kecil dan besar, di mana elemen sistem pencernaan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.

IBD ditandai dengan episode peradangan saluran cerna berulang yang disebabkan oleh respon imun yang abnormal terhadap mikroflora usus. Namun, secara klinis IBD sering secara keliru disamakan dengan irritable bowel syndrome (IBS).

Baca juga :
Kenali 6 Gejala Nyeri Pinggang yang Perlu Diperiksa Dokter

Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RSCM-FKUI Profesor Murdani Abdullah menjelaskan IBD dan IBS adalah dua gangguan pencernaan yang berbeda, meskipun perbedaan keduanya dapat membingungkan banyak orang.

“Baik IBD maupun IBS menyebabkan sakit perut, kram, dan buang air besar yang mendesak (diare). Namun IBS masih diklasifikasi sebagai gangguan fungsional dan tidak menimbulkan peradangan, sedangkan IBD sudah diklasifikasi sebagai gangguan organik yang disertai dengan kerusakan pada saluran cerna, “ tutur Prof. Murdani dalam diskusi virtual, Rabu (20/1/2021).

Baca juga :
DPR-Pemerintah Sinkronisasi Norma Strategis RUU Pengelolaan Ruang Udara

Prof. Murdani menerangkan, IBD tentu lebih berbahaya karena dapat menyebabkan peradangan yang merusak dan kerusakan ini bisa bersifat permanen pada usus, bahkan salah satu komplikasinya bisa meningkatkan risiko Kanker Usus Besar.

Pada dasarnya, IBD terbagi menjadi 2 tipe, yaitu ulcerative colitis (UC) dan crohn’s disease (CD). Kini terdapat juga tipe yang lain dari IBD, yaitu colitis indeterminate (unclassified).

Baca juga :
Studi Ungkap Dua Pemicu Utama Obesitas Selain Pola Makan dan Olahraga

Pada ulcerative colitis (UC), terjadi peradangan dan luka di sepanjang lapisan superfisial usus besar dan rektum, sehingga sering merasa nyeri di bagian kiri bawah perut. Sedangkan pada Crohn’s Disease (CD), terjadi peradangan hingga lapisan saluran pencernaan yang lebih dalam, sehingga sering merasa nyeri di bagian kanan bawah perut namun pendarahan dari rektum cenderung lebih jarang.

Prof. Murdani menambahkan, gejala penyakit radang usus berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan lokasi terjadinya peradangan.

“Namun pada UC dan CD, keduanya memiliki tanda dan gejala umum yang perlu diwaspadai seperti diare, kelelahan, sakit perut dan kram, nafsu makan berkurang, darah pada feses, dan penurunan berat badan,” kata Prof. Murdani.

“Pada dasarnya, penyebab IBD belum diketahui jelas. IBD ini tentu disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Namun, kesalahan pada diet dan tingkat stress berlebih juga bisa memicu terjadinya IBD. Faktor keturunan juga berperan dalam IBD meskipun angka penderitanya sangat sedikit,” jelasnya.

Prof Murdani mengingatkan, IBD yang dibiarkan bisa memperparah kondisi pasien akibat komplikasi yang ditimbulkan.

Pada UC, komplikasi yang dialami pasien bisa berupa toxic megalocon atau pembengkakan usus besar yang beracun. Perforated colon atau lubang pada usus besar hingga dehidrasi berat dan meningkatkan risiko Kanker Usus Besar.

Pada CD, penderitanya bisa mengalami bowel obstruction, malnutrisi, fistulas, dan anal fissure (robekan pada jaringan anus ). Kata Murdani jika kedua jenis IBD ini dibiarkan, keduanya bisa menciptakan komplikasi seperti penggumpalan darah, radang kulit, mata, dan sendi, serta komplikasi lainnya.

Apabila Anda merasa mengalami gejala IBD diatas, jangan ragu untuk segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Jangan disepelekan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

IBD Autoimun Radang Usus Kronis Resiko

Terkini | Senin, 18/05/2026 06:16 WIB

News

Resmi! 1 Zulhijjah 1447 H Ditetapkan 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei

Gaya Hidup

Lima Museum Tertua di Dunia, Ada yang Berdiri Sejak Ribuan Tahun Lalu

Humanika

Peringatan Hari Museum Internasional Setiap 18 Mei, Ini Sejarahnya

Humanika

18 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Casemiro Dapat Salam Perpisahan Emosional, Carrick: Dia Luar Biasa

News

AS Ajukan Proposal Perdamaian Lima Poin kepada Iran

Olahraga

Puji Fans Manchester United, Carrick: Kalian Membuat Klub Ini Istimewa

News

Kemenhaj: Bayar Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

News

Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777