https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tingkat Kelahiran Rendah, Kota Ini Bayar Pasutri Agar Punya Anak

Redaksi | Jum'at, 08/01/2021 07:30 WIB



Sebuah kota di Korea Selatan menawarkan hibah hampir $ 100.000 (Rp1,3 Miliar) untuk pasangan yang memiliki setidaknya tiga anak. Ilustrasi bayi (foto: Google)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah kota di Korea Selatan menawarkan hibah hampir $ 100.000 (Rp1,3 Miliar) untuk pasangan yang memiliki setidaknya tiga anak.

Dilansir UPI, Jumat (08/01), jaringan Korea Selatan KNN melaporkan bahwa kota Changwon, ibu kota Provinsi Gyeongsang Selatan, sedang memerangi masalah penurunan populasi dengan insentif keuangan.

Kebijakan baru memberikan pinjaman sebesar 100 juta won Korea Selatan, atau sekitar $ 92.000, kepada semua pasangan menikah yang tinggal di kota.

Baca juga :
Korsel Kaji Rencana Gabung AS Amankan Selat Hormuz

Jika pasangan tersebut melahirkan satu anak, bunga pinjaman akan dibebaskan. Untuk dua anak, 30% dari pokok pinjaman akan diampuni. Jika keluarga memiliki tiga anak, seluruh pinjaman diampuni atau menjadi hibah.

Kim Jong-pil, seorang perwakilan dari departemen perencanaan Changwon, mengatakan kebijakan itu datang pada saat pernikahan yang lebih inovatif dan insentif melahirkan dibutuhkan di kota itu, sebuah pernyataan yang mencerminkan kekhawatiran serupa tentang penurunan angka kelahiran di seluruh negeri.

Baca juga :
Ke Korsel, Ibas Dorong Kerjasama Dalam Bahasa, Budaya, dan Generasi Muda

Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan mengatakan negara itu mencatat lebih banyak kematian daripada kelahiran pada tahun 2020. Tahun lalu ada 275.815 kelahiran dan 307.764 kematian, pertama kalinya Korea Selatan mencapai tingkat kematian lebih tinggi ketimbang kelahiran.

Di Changwon, pejabat khawatir populasinya bisa turun di bawah 1 juta. Pemerintah daerah juga menyatakan rencananya untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan dengan menarik perusahaan, dan mensubsidi perumahan bagi pekerja dan mahasiswa.

Baca juga :
Hukuman Ditambah, Eks Ibu Negara Korsel Divonis Empat Tahun

Tujuannya adalah untuk menciptakan 20.000 pekerjaan pada tahun 2025.

Jam kerja yang panjang dan kurangnya kesempatan kerja dalam masyarakat kompetitif Korea Selatan disebut-sebut sebagai penyebab ekonomi bagi tingkat kelahiran yang relatif rendah dan semakin rendahnya tingkat pernikahan di antara warga Korea Selatan berusia 20-an, 30-an dan 40-an.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kelahiran Anak Insentif Keluarga Korea Selatan

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Selasa, 30/06/2026 02:02 WIB
Gaya Hidup

Ini Alasan Mengapa TIM Jadi Oase Kreatif yang Wajib Dikunjungi

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777