https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bamsoet: ADMI Harus Mampu Tingkatkan Prestasi Atlet Balap Indonesia

Aliyudin Sofyan | Sabtu, 05/12/2020 18:20 WIB



KSO tersebut juga menjadi bukti kehadiran negara dalam pengembangan potensi bibit atlet maupun yang sudah menjadi atlet balap nasional. Ketua MPR Bambang Soesatyo menghadiri Grand Launching ADMI, di Jakarta, Sabtu (5/12/20). (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung perjanjian Kerja Sama Operasional (KSO) antara Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (LPDUK Kemenpora) dengan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) dalam hal pengelolaan Akademi Digital Motorsport Indonesia (ADMI).

Melalui KSO tersebut, LPDUK Kemenpora bertindak sebagai pemilik tempat beserta seluruh fasilitas. Sementara IMI bertindak dalam pengelolaan serta perawatan semua sarana dan prasarana yang terdapat dalam ADMI.

"KSO tersebut juga menjadi bukti kehadiran negara dalam pengembangan potensi bibit atlet maupun yang sudah menjadi atlet balap nasional. Kehadiran ADMI sangat berguna sebagai tempat latihan para pembalap riil maupun pembalap virtual. Selain juga sebagai tempat menggelar event digital motorsport berskala lokal hingga internasional. Disisi lain, kehadiran IMI dalam manajemen bisa mendongkrak nilai ekonomis ADMI, sehingga menghasilkan pemasukan bagi negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ujar Bamsoet dalam Grand Launching ADMI, di Jakarta, Sabtu (5/12/20).

Baca juga :
Legislator PDIP Dorong Pemerintah Tak Ragu Sikat Mafia Haji

Bamsoet turut mencoba langsung kecanggihan simulator balap yang dimiliki ADMI. Dari mulai getaran di bangku kemudi hingga ketegangan adrenalin, tak ubahnya seperti sedang balapan riil di sirkuit. Tak berlebihan jika dari segi bisnis, prospek ADMI sangat potensial mendatangkan keuntungan ekonomis yang besar.

"Setidaknya sampai satu hingga dua tahun kedepan, dunia masih dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, menyulitkan penyelenggara event balap mengundang atlet dari berbagai negara. Digital motorsport merupakan salah satu jawabannya. Tak perlu datang langsung menciptakan kerumunan, para atlet bisa mengikuti balapan skala internasional dari masing-masing simulatornya," tandas Bamsoet.

Baca juga :
Waka MPR: Aspek Integritas Harus Dikedepankan dalam Seleksi Pendidikan

Bamsoet memaparkan, trend perkembangan digital motorsport di dunia terus melaju kencang. Bahkan Fédération Internationale de l`Automobile/FIA (Federasi Otomotif Dunia) telah telah memasukkannya dalam salah satu cabang FIA, dan telah disertifikasi oleh federasi pada 2018. Karenanya, Indonesia tidak boleh tertinggal.

Pada tahun 2019, FIA untuk pertama kalinya menyelenggarakan kompetisi digital motorsport (2019 FIA Motorsport Games). Diikuti 166 atlet dari 49 organisasi anggota FIA. Tim Rusia keluar sebagai juara umum dengan satu medali emas, dan tiga medali perunggu.

Baca juga :
Marinus Gea Dorong Pembentukan Leading Sector dan UU AI Nasional

"Keterwakilan Indonesia di FIA diwakili oleh IMI. Karena sudah memiliki ADMI, tak menutup kemungkinan pada event serupa di tahun mendatang, Indonesia bisa turut berpartisipasi. Sehingga bisa semakin mengangkat nama Indonesia di level internasional," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo ADMI FIA

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777