https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kendaraan Niaga

Begini Alasan Kenapa Angkutan Roda Tiga Masih Dibutuhkan di Jakarta

Redaksi | Kamis, 22/09/2016 18:12 WIB



Angkutan Lingkungan roda tiga seperti Bajai dipastikan tidak akan tergusur atau hilang dari peredaran di Ibukota. Sebab masih diminati dan dibutuhkan. Diskusi Angkutan Roda Tiga

Jakarta – Ketua Institute Transportasi Indonesia (Instran), Dharmaningtyas, mengungkapkan, Angkutan roda tiga seperti Bajaj dipastikan tidak akan tergusur dari Jakarta.

Hal ini dikarenakan Bajaj sebagai salah satu transportasi darat cukup banyak diminati dan dibutuhkan, bahkan memiliki dasar hukum yang kuat sesuai Perda No 4 thn 2014 tentang angkutan lingkungan mengenai sepeda motor roda tiga tanpa rumah.

“Dengan demikian dasar hukum angkutan lingkungan atau angkutan roda tiga itu sangat kuat. Jadi tidak ada masalah apapun dengan ketentuan peraturan daerah yang ada," ujar Dharmaningtyas dalam diskusi publik bertajuk Menata Transportasi Jakarta Menelisik Peran Angkutan Lingkungan, Studi Kasus Angkutan Roda Tiga di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca juga :
Ciptakan Ruang Aman, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Bentuk Satgas PPKPT

Permintaan terhadap jasa angkutan roda, ungkap Darmaningtyas, hingga kini masih cukup tinggi. Terbukti jumlah angkutan roda tiga beredar saat ini sebanyak 14.000 unit. Di sisi lain nilai setoran setiap harinya mencapai Rp120 ribu hingga Rp160 ribu.

"Angkutan ini dibutuhkan ibu-ibu ketika berbelanja ke pasar, mengantar anak sekolah ataupun orang yang berpergian dalam jarak dekat," papar dia

Baca juga :
GAPKI Keluhkan Sulitnya Akses Dana Peremajaan Sawit Rakyat

Menurutnya, jika aturan fungsi atau peran ditegakkan, termasuk angkutan ligkungan dan angkutan kota di jalankan, maka kesemrawutan di Jakarta bisa lebih terurai.

Di kesempatan yang sama wartawan senior, Anton Chrisbianto, menyebutkan pada tahun 2010 jumlah orang memanfaatkan angkutan menuju Jakarta sekitar 21,5 juta orang. Namun, pada 2015 jumlah tersebut telah mencapai 47,5 juta orang.

Baca juga :
Pemerintah Sudan Selatan Dituding Halangi Bantuan Kemanusiaan

"Dengan meningkatnya jumlah orang yang berlalu lintas di Jakarta maka kemacetan semakin parah. Sehingga kerugian ekonomis yang ditimbulkan semakin meningkat. Kerugian akibat pemanfaat BBM yang sia-sia mencapai Rp 42,5 triliun sedangkan kerugian kesehatan, waktu produktif yang percuma, dan pencemaran udara mencapai 15 triliun," kata Anton.

Untuk itu, Anton mendesak pemerintah untuk secara tegas dan konsisten menjalankan pemetaan fungsi masing-masing moda transporttasi. Dia menyebut angkutan lingkungan roda tiga tetap dipertahankan dengan mengatur peredarannya agar tidak tumpang tindih dengan moda transportasi lain.

Selain itu, operator angkutan roda tiga juga diharapkan bisa melakukan perubahan demi menuju peningkatan bisnis. Dengan mendirikan badan hukum misalnya pengelola angkutan ini, akan lebih mudah mengajukan kredit ke bank ketika melakukn peremajaan armada.

Tak hanya itu, langkah lainnya adalah dengan melakukan peremajaan armada yang sesuai dengan prinsip ramah lingkungan. Adapun realisasinya adalah mengganti angkutan roda tiga berbahan bakar minyak dengan bahan bakar gas. [rafa]

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :


Terpopuler

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777