https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengulik Faktor Penyebab Anak Lakukan Kekerasan

Eka Wahyu Pramita | Rabu, 10/04/2019 16:01 WIB



Terdapat beberapa faktor yang memicu perundangan dan kekerasan pada kelompok sebaya seperti yang dilakukan sejumlah pelajar di Pontianak. Kasus bullying atau pengeroyokan yang dialami Audrey di Pontianak menjadi perhatian publik. (Foto : Jurnas/Ilustrasi Berita Klick).

Jakarta, Jurnas.com - Sedang viral kasus siswi SMP di Pontianak yang mengalami pengeroyokan boleh siswi SMA berlatar asmara. Kasus tersebut memicu perhatian dan keprihatinan banyak pihak.

Lantas apa sebenarnya yang dinilai bisa memicu kejadian tersebut? Psikolog Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan ada dua faktor yang bisa pengaruhi perilaku pelaku.

Pertama faktor eksternal adalah hal hal yang datang dari luar diri seperti lingkungan dan budaya, bagaimana memandang kekerasan, apakah kekerasan dianggap hal yang wajar atau tidak dalam menyelesaikan masalah. Bagaimana persepsi dan kebiasaan lingkungan tersebut dalam memandang kekerasan.

Baca juga :
20 Ucapan Hari Buku Nasional yang Penuh Makna dan Inspiratif

"Kedua, media sosial saat ini media sosial memiliki pengaruh besar dalam perilaku manusia. Media sosial dan kawanan media sosialnya dapat berpengaruh pada perilaku anak apakah positif atau sebaliknya," ucapnya.

Media sosial memang salah satu hal yang berpengaruh, namun sebenarnya saat anak sudah dibentuk pertahanan dirinya maka ia akan dapat memilih dan menyaring apa yang baik dan tidak baik. Apa yang boleh dan tidak boleh.

Baca juga :
10 Ucapan Peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang Penuh Makna

Perilaku remaja memang erat kaitannya dengan eksistensi diri. Tetapi jika anak paham kemana dan bagaimana cara menyalurkan eksistensi dirinya, maka ini tidak akan terjadi.

"Maka perlu bimbingan dan bantuan dari pihak pihak tertentu. Misalnya sekolah, dan terutama sekali keluarga si anak (pelaku)," ucapnya melalui instant messenger kepada Jurnas.com.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna Pesta Babi bagi Masyarakat Papua

Ketiga, teknologi, sejauh mana individu terpapar dampak teknologi, misalnya dari apa yang ditontonnya. Bisa juga dari games yang dimainkan dalam gawainya.

Faktor internal adalah hal hal yang datang dari dalam diri diantaranya karakter dan persepsi anak. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pola asuh orang tua. Bagaimana anak diasuh dan dididik oleh orang tuanya.

"Pola asuh, walaupun itu berasal dari luar diri anak, namun erat kaitannya dengan pembentukan karakter dan kepribadian anak," papar Lia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pengeroyokan Siswi Media Sosial Pola Asuh

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777