https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Facebook Hapus Puluhan Akun Berbasis di Iran

Redaksi | Sabtu, 27/10/2018 15:10 WIB



Facebook telah menghapus puluhan akun yang berbasis di Iran karena mengkontribusikan kampanye disinformasi terhadap Amerika Serikat, Jumat (26/10) waktu setempat. Facebook Inc

Jakarta - Facebook telah menghapus puluhan akun yang berbasis di Iran karena mengkontribusikan kampanye disinformasi terhadap Amerika Serikat, Jumat (26/10) waktu setempat.

Raksasa media sosial itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa menghapus beberapa halaman, kelompok dan akun yang berasal dari Iran karena terlibat dalam perilaku tidak autentik yang terkoordinasi di Facebook dan Instagram.

"Secara keseluruhan, 82 akun dibersihkan," kata pihak Facebook dilansir Soccerway.

Baca juga :
Legislator PKB Kecam Penyekapan WNI di Tambang Ilegal Malaysia

Perusahaan menulis di blognya bahwa pemilik akun salah mengartikan diri sebagai warga negara AS atau Inggris dan berulang kali memposting komentar tentang topik yang memecah belah secara politis. Akun-akun itu memiliki lebih dari satu juta pengikut.

Tanggapan AS terhadap serangan siber akan cepat
diumumkan menyusul berbulan-bulan upaya oleh perusahaan media sosial yang berbasis di AS untuk mengelola akun palsu dan provokatif dari platform mereka dua minggu sebelum pemilihan paruh waktu AS.

Baca juga :
Kemenhaj Siapkan Layanan Konsumsi Siap Santap jelang Armuzna

Facebook mengungkap sebuah operasi propaganda yang ditelusuri ke media pemerintah Iran pada bulan Agustus, yang dikatakan merupakan yang terbesar dari jenisnya sejak operasi Rusia menyebar kepalsuan selama dan setelah kampanye presiden AS 2016.

Iran dan Rusia telah membantah terlibat dalam kampanye Internet, dan kepala keamanan dunia maya Facebook Nathaniel Gleicher mengatakan tidak ada hubungan dengan pemerintah Iran yang ditemukan dengan rekening yang dihapus.

Baca juga :
Long Weekend, Penumpang Whoosh Capai 95 Ribu Orang

Facebook mengatakan akun Iran berusaha untuk memprovokasi kemarahan atas masalah rasial di Amerika Serikat, dampak pelobi pada Kongres AS, tindakan Presiden Donald Trump, kontroversi baru-baru ini atas pencalonan Brett Kavanaugh ke Mahkamah Agung dan berita lainnya.

Ben Nimmo dari Digital Forensic Research Laboratory dari Atlantic Council mengatakan postingan di Facebook dan Instagram menerima sejumlah besar saham dan balasan.

"Ini tampak seperti operasi disinformasi Iran yang telah belajar dari operasi Rusia," kata Nimmo. Dia juga mengatakan tidak seperti aktivitas tidak autentik sebelumnya, yang mengarahkan pengguna ke situs web, akun Iran yang dihapus berfokus pada media sosial.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Media Sosial Facebook Negara Iran

Terkini | Sabtu, 27/06/2026 22:08 WIB

Humanika

Asal Usul Jakarta: Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Jadi Ibu Kota

News

Rosan Ajak Perguruan Tinggi Implementasikan Riset ke Industri Hilirisasi

Gaya Hidup

Ini 9 Hal Paling Identik dengan Jakarta, Nomor 6 Sulit Dipisahkan

Gaya Hidup

Studi Ungkap Badai Matahari Bisa Ubah Cuaca Bumi dalam Hitungan Jam

Gaya Hidup

Jejak Purba di Indonesia Ungkap Kemungkinan Baru Asal-usul Homo Sapiens

News

Kemenhut Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Liar ke Oman

News

Menteri PPPA Kecam Penyiksaan Balita, Desak Penegakan Hukum-Pemulihan Korba

News

Mentrans Sebut Transmigrasi Patriot Diikuti Pendaftar dari Kampus Dunia

News

Menteri ESDM Beberkan Strategi Ketahanan Energi di Hadapan Akademisi

News

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Seha

News

Menteri ESDM Jamin Cadangan BBM Aman, Harga Subsidi Tidak Naik

Warta MPR

Eddy Soeparno: Presiden Tegaskan Komitmen Transisi Energi dan Aksi Iklim

News

MUI Dorong Indonesia Jadi Jembatan Perdamaian Dunia di Era Multipolar

News

MUI Gelar FGD Pra-Kongres, Bahas Penguatan Umat dan Kedaulatan Bangsa

News

Tiga Negara Teken Kerangka Kerja Kesepakatan Akhiri Konflik Lebanon

Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Panama

News

Adopsi Konvensi ILO, Menaker Siapkan Regulasi Pekerja Platform Digital

Ototekno

Hamilton Bidik Gelar Juara Dunia Bersama Ferrari

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777