https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Diet dan Olahraga yang Salah Berisiko Serangan Jantung

Eka Wahyu Pramita | Kamis, 04/10/2018 06:20 WIB



Diet yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak dapat berakibat meningkatkan kolesterol sehingga berisiko terkena serangan jantung. Ilustrasi nyeri dada (Foto: Nutrive)

Jakarta - Berdasarkan Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi untuk penyakit Kardiovaskuler di Indonesia adalah Penyakit Jantung Koroner, yakni sebesar 1,5 persen. Sebanyak 39 persen penderita jantung di Indonesia berusia kurang dari 44 tahun yang merupakan usia produktif.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Rumah Sakit Awal Bros Tangerang dr. Yudistira Panji Sentosa SpPD-KKV mengatakan bahwa serangan jantung bisa muncul tanpa gejala dan kita harus mulai mewaspadai dengan rutin untuk memeriksakan kesehatan jantung kita.

"Banyak orang yang ingin memiliki berat badan ideal namun dengan cara yang instan seperti melakukan diet tanpa olahraga, diet dengan mengkonsumsi lemak saja, diet dengan tinggi protein yang tanpa pengawasan dokter dapat berakibat muncul berbagai macam penyakit termasuk kegagalan jantung," jelas dr Yudhistira dalam diskusi rangkaian Hari Jantung di Jakarta, Selasa (2/10).

Baca juga :
Sudirman Said: Kembalikan Kampus sebagai Jantung Perubahan

Kurangnya pengetahuan tentang cara diet yang benar akan membuat banyak orang melakukan diet yang salah dan bisa berakibat buruk bagi tubuh dan kesehatan.

"Diet yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak dapat berakibat meningkatkan kolesterol sehingga berisiko terkena serangan jantung," ujar dokter Yudistira.

Baca juga :
Ini Lima Rekomendasi Menu Sarapan untuk Program Diet

Sebenarnya diet itu bukanlah tidak makan atau mengurangi jatah makan tetapi dengan mengatur asupan nutrisi dan pola makan berdasakan jenis dan waktunya.

"Tidak hanya itu diet juga harus diselingi dengan olahraga dan istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar. Olahraga tanpa pemanasan dan cenderung berlebihan melebihi batas kemampuan jantung dapat berakibat serangan jantung," terangnya.

Baca juga :
Sudah Diet Berat Badan Tidak Turun, Ini Alasannya

Marketing Manager Corporate Rumah Sakit Awal Bros dr. James Carlos mengatakan bahwa Rumah Sakit Awal Bros memiliki tim yang terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta perawat khusus intervensi kardiologi yang berpengalaman siap melakukan tindakan yang telah menjadi standar emas pada serangan jantung mendadak.

Selain itu juga memiliki Unit Angiografi dengan kelengkapan perangkat berteknologi tinggi dan tim medis yang berpengalaman sehingga dapat memberikan layanan diagnosa berbaagai penyakit pembuluh darah, seperti tindakan katerisasi jantung atau pemasangan ring (stent), coronary artery bypass grafting (CABG), Elektrofisiologi (EP) untuk gangguan irama jantung.

Rumah Sakit Awal Bros memiliki Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas pada penyakit jantung.

"Kami hadir untuk membangun awareness kepada masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup dengan menjaga keseimbangan hidup sehat dan mengatur perilaku yang seimbang," ujar dokter James.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Jantung Diet Olahraga Gaya Hidup

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777