https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Asian Games 2018

Korea Dominasi Modern Pentathlon Putra

Redaksi | Sabtu, 01/09/2018 21:18 WIB



Atlet-atlet Indonesia merasa senang dan bangga bisa tampil di Asian Games 2018. Podium putra modern pentathlon

Tangerang - Korea mendominasi cabang olahraga Modern Pentathlon perorangan putra Asian Games 2018 di APM Boarding School Kabupaten Tangerang, Sabtu (1/9). Sementara atlet Indonesia tetap gembira mendapatkan pengalaman pertama kompetisi bergengsi kali ini.

 

Pada laga hari kedua yang mempertandingkan katagori peorangan putra, dua atlet Korea meraih medali emas dan perak. Masing-masing diperoleh  Woo Taek Jun untuk medali emas, dan  Lee Jihun menyumbang medali perak setelah menyelesaikan lomba renang, anggar, berkuda dan laset run. Atlet China Luo Shuhai merebut medali perunggu.

Baca juga :
AMPC 2026, Dua Atlet Indonesia Bidik Medali Emas

 

Sebagaimana diketahui, Taek Jun merupakan atlet nomor satu dunia cabang olahraga ini.  "Ini laga tidak mudah, saya berterima kasih pada Lee maupun Luo," ucap Tae Jun.

Baca juga :
MPI Dinilai Sudah Pantas Jadi Anggota KONI

 

Dia mengaku mempersiapkan ini sekitar dua bulan. Tapi latihan adalah hal yang rutin karena harus menghadapi berbagai kejuaraan internasional.

Baca juga :
Taufik Atlet Mandiri, MPI Buktikan Pembinaan

 

Atlit China juga mengaku laga cukup berat, dan ia mengucapkan selamat kepada kedua atlet Korea. Shuhai mengaku, persiapan menuju kejuaraan Asian Games ini dilakukannya bersama atlet Korea.

 

Sementara itu atlet-atlet Indonesia merasa senang dan bangga bisa tampil di Asian Games 2018. " Ini pengalaman pertama, tapi kita bisa masuk sepuluh besar," kata Dea Putri.

 

Dea maupun Adrianida berharap ke depan  bisa terus berlatih, dan menjadi lebih baik.  "Saya dan Dea baru mengenal ketangkasan berkuda dua bulan. Beruntung dalam dua bulan sudah bisa jumping, walaupun belum tinggi," ucap Adrianida.

 

Berikutnya mereka berharap bisa mengikuti kejuaraan dunia, bahkan dia juga ingin  berlaga di tingkat lokal.

 

Rasa gembira juga diungkapkan Prada Harahap dan Yusri, meski gagal menyumbang medali. "Saya baru belajar berkuda dua bulan," kata Harahap yang bersama Yusri hanya berada di peringkat 10 dan 11 di Asian Games kali ini.

 

Baik Yusri maupun Harahap berharap organisasi Modern Penthatlon Indonesia (MPI) yang baru berumur satu tahun ini  masih berdiri. "Sebab kalau organisasinya nggak ada, bagaimana kita bisa mengadakan kegiata," kata Harahap.

 

Yusri juga berharap diadakan semacam latihan dan seleksi untuk menyiapkan kader atlet modern penthatlon di Indonesia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

modern pentathlon asian games 2018

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777