https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Intel Tiga Zaman Suripto Luncurkan Buku Pemikiran

Mutiul Alim | Kamis, 16/08/2018 08:10 WIB



Menurut intel Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi itu, menulis tak sekedar hobi. Lebih dari itu, menulis merupakan medianya melakukan kritik atas kondisi bangsa saat ini. Suripto

Jakarta – Usia memang sudah tak lagi muda. Lebih dari 80 tahun. Kendati demikian, tokoh intelijen Indonesia, Suripto berhasil menuliskan pemikirannya dalam sebuah buku setebal 300-an halaman yang bertajuk `Gagasan dan Pemikiran Suripto: Intel Tiga Zaman`.

Saat ditemui di sela-sela peluncuran bukunya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (15/8) siang, Suripto membocorkan resep tetap terus menulis di usia senja.

Menurut intel Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi itu, menulis tak sekedar hobi. Lebih dari itu, menulis merupakan medianya melakukan kritik atas kondisi bangsa saat ini.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Bukan saja demi mendorong perbaikan, namun juga memastikan generasi bangsa tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri di masa mendatang.

“Keadaan bangsa ini sangat memprihatinkan. Khawatir akan terjadi kerawanan sosial, yang bisa menjurus kepada destabilisasi,” kata Suripto.

Baca juga :
Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia

Buku Suripto menuliskan sejumlah persoalan yang sedang dialami pemerintah Indonesia saat ini. Mulai dari praktik oligarki dalam perpolitikan Indonesia, kelangkaan pangan yang mengancam ketahanan nasional, hingga reklamasi yang disinyalir akan memicu destabilisasi.

“Energi dan pangan kita sudah dikuras habis oleh asing,” tutur pria kelahiran 20 November 1936 itu.

Baca juga :
Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun

Sejumlah akademisi hadir dalam acara peluncuran buku Suripto. Prof. Dr. Zainal Arif Hoesien mengatakan, refleksi Suripto yang tertulis dalam bukunya, menjadi bukti bahwa sosok tersebut memang sudah kenal betul `dapur` demokrasi Indonesia.

Oligarki politik yang disebut Suripto dalam bukunya, menurut Arif memang acap kali terjadi dalam perpolitikan nasional. Bahkan dia tak menampik adanya motif-motif transaksional dalam percaturan politik Tanah Air.

“Contoh saat Suripto melihat sistem demokrasi di Indonesia. Ada indikasi demokrasi transaksional yang memang dipraktikkan oleh segelintir pengusaha dan saudagar,” terang Arif.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Buku Suripto Intelijen

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 11:47 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777