https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Selandia Baru Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Redaksi | Minggu, 12/08/2018 09:54 WIB



Pemerintah meminta umpan balik melalui 14 September bagi orang-orang untuk berbagi pemikiran mereka tentang kapan penghapusan harus diakhiri, apa yang harus dilarang oleh larangan tersebut dan apakah beberapa bisnis harus dikecualikan. Ilustrasi sampah plastik (foto: google)

Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Arden mengumumkan bahwa akan melarang dan menghapuskan kantong plastik sekali pakai tahun depan untuk melindungi kehidupan laut.

Dalam pengumumannya dengan Menteri Lingkungan Associate Eugenie Sage, Perdana Menteri Jacinda Arden mengatakan konstituennya menginginkan tindakan terhadap proliferasi kantong plastik.

Dia mencatat sekitar 65.000 orang di Selandia Baru menandatangani petisi tahun ini untuk pelarangan tersebut. Keputusan itu akan memiliki implikasi lingkungan, kata Arden.

Baca juga :
Kemenlu Harus Pastikan Keselamatan WNI yang Dicegat Israel di Laut Gaza

"Setiap tahun di Selandia Baru kami menggunakan ratusan juta kantong plastik sekali pakai, banyak yang akhirnya mencemari lingkungan pesisir dan laut kita yang berharga serta menyebabkan bahaya serius bagi semua jenis kehidupan laut, dan semua ini ketika ada alternatif yang layak untuk konsumen dan bisnis, "katanya dilansir UPI.

Sage mengatakan dia yakin penduduk akan menerima langkah itu.

Baca juga :
PM Malaysia Geram Norwegia Batalkan Sepihak Pembelian Rudal

"Warga Selandia Baru bangga dengan reputasi bersih dan hijau negara kami dan kami ingin membantu memastikan kami mewujudkannya. Menutup penggunaan kantong plastik sekali pakai membantu melakukan itu," kata Sage.

Chris Wilklinson, direktur pelaksana untuk perusahaan konsultan bisnis First Retail Group, mendukung keputusan tersebut. Ini akan menyamakan bidang bermain antara bisnis besar dan kecil.

Baca juga :
Australia Beri Sinyal Siap Kerahkan Pasukan ke Laut China Selatan

"Sementara pemain kunci di sektor ritel telah bergerak cepat dan tegas untuk mengalihkan konsumen dari kantong plastik, banyak pengecer kecil tidak memiliki selera yang sama, sering karena takut konsumen akan merespon secara negatif," kata Wilkinson.

Pemerintah meminta umpan balik melalui 14 September bagi orang-orang untuk berbagi pemikiran mereka tentang kapan penghapusan harus diakhiri, apa yang harus dilarang oleh larangan tersebut dan apakah beberapa bisnis harus dikecualikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Plastik Selandia Baru Laut

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777