https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mendes PDTT Terima Penghargaan Tokoh Pemberdayaan Rumah Zakat

Rizki Ramadhan | Jum'at, 27/07/2018 06:02 WIB



Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PSTT) Eko Putro Sandjojo menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan dari Rumah Zakat. Penghargaan tersebut diberikan saat menghadiri perayaan hari ulang tahun Rumah Zakat ke-20 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan Rumah Zakat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (26/7)

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PSTT) Eko Putro Sandjojo menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan dari Rumah Zakat. Penghargaan tersebut diberikan saat menghadiri perayaan hari ulang tahun Rumah Zakat ke-20 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7).

Menteri Eko saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Zakat karena telah berkontribusi mengurangi angka kemiskinan di desa. Menurutnya, Rumah Zakat juga telah berkontribusi mengurangi kesenjangan.

"Rumah zakat bukan hanya membantu masyarakat miskin dengan memberikan ikan, tetapi juga memberikan kailnya, dengan membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan sebagainya. Jadi zakat membantu kita mengurangi kesenjangan," ujarnya.

Baca juga :
Terima Penghargaan dari Rumah Zakat, Kementan: Punya Tujuan Sama

Menteri Eko mengapresiasi program Rumah Zakat untuk mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa mandiri. Yang mana program tersebut telah terealisasi sebanyak 2.000 desa. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyalurkan zakat dan membantu Rumah Zakat mengentaskan desa-desa tertinggal.

"Zakat sudah diatur oleh agama untuk membantu mengurangi kesenjangan. Rumah Zakat ini punya program akan mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa mandiri. Sekarang sudah terentaskan 2.000 desa tertinggal dari zakat. Terimakasih rumah zakat karena ikut berkontribusi," ujarnya.

Baca juga :
Kabar Baik, Angka Stunting Indonesia Alami Tren Penurunan

Terkait hal tersebut, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, program Rumah Zakat tahun 2018 fokus pada satu model pemberdayaan yang terintegerasi pada wilayah perdesaan. Sebab menurutnya, kondisi desa masih sangat memprihatinkan yang tentu membutuhkan uluran tangan.

"Kenapa desa? Kemiskinan terakhir menurun paling banyak itu di desa. Kalau kita bedah desa itu sebenarnya (kondisinya) parah sekali," ujarnya.

Baca juga :
BKKBN Kolaborasi dengan Rumah Zakat Atasai Masalah Stunting

Ia mengatakan, program Rumah Zakat untuk perdesaan ini tersebar dari Aceh hingga Papua. Menurutnya, hal tersebut adalah cara bagi Rumah Zakat untuk berkontribusi pada negara.

"Ini adalah cara kita untuk bisa berkontribusi pada Indonesia," ujarnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes Eko Putro Sandjojo Rumah Zakat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777