https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pemerintah Diminta Usut Kasus "Pembantai" Orangutan

Sundari | Jum'at, 06/07/2018 02:43 WIB



Center for Orangutan Protection mencatat terdapat sekitar 812 butir peluru dalam tubuh 49 ekor orangutan yang terbunuh di Sumatra dan Kalimantan sejak 2006 Ilustrasi Orangutan (Foto: Reuters)

Jakarta  – Lembaga Swadaya Masyarakat Center for Orangutan Protection (COP) mendesak pemerintah untuk segera mengusut kasus tewasnya orangutan jantan dewasa bernama Baen yang sudah membusuk di kanal konsesi perkebunan sawit Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II, Seruyan, Kalimantan Tengah.

Manager Perlindungan Habitat COP Ramadhani mengatakan ada sederet kasus orangutan yang ditemukan mati mengenaskan. Namun hanya sedikit yang sampai ke proses hukum.

“Harus diusut tuntas hingga proses peradilan, sekaligus kasus-kasus sebelumnya, agar tidak ada lagi kasus pembunuhan orangutan,” ujar Ramadhani.

Baca juga :
Ini Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Sesuai Syariat Islam
Di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) saja, berdasarkan catatan COP, terdapat lima kasus temuan orangutan tewas yang diproses hukum sejak 2011.

Kelima kasus tersebut, ujar Ramadhani, memakan korban 14 ekor orangutan. Itu pun putusan hukumnya tidak maksimal. Di luar itu, kata Ramadhani, ada begitu banyak temuan mayat orangutan yang kasusnya kemudian terserak begitu saja.

Baca juga :
Doa Menyembelih Hewan Kurban Iduladha, Lengkap dengan Arab dan Artinya
“Tidak cukup hanya dengan ke lapangan untuk mengambil barang bukti. Ada banyak kasus yang kemudian ditutup, alasannya tidak ada saksi,” ungkap Ramadhani dilansir Anadolu.

Selain itu, COP juga mencatat terdapat sekitar 812 butir peluru dalam tubuh 49 ekor orangutan yang terbunuh di Sumatra dan Kalimantan sejak 2006.

Baca juga :
Enam Jenis Sapi Paling Populer Jadi Hewan Kurban di Indonesia
Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menemukan Baen mati dengan tujuh butir peluru di kanal konsesi perkebunan sawit WSSL, hanya berjarak sembilan kilometer dari TNTP. Orangutan tersebut diperkirakan sudah tewas 1-2 pekan.

Orangutan yang dilepasliarkan ke TNTP pada 2014 itu hanyut terbawa arus kanal, kemudian tersangkut batang kayu di dekat perkebunan sawit.

Saat dievakuasi Senin lalu, kondisi Baen yang berusia sekitar 20 tahunan itu mengenaskan. Selain tujuh peluru, bangkai Baen itu sudah membusuk dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Hasil nekropsi menyimpulkan bahwa terdapat bekas benda tajam di kaki, tangan dan punggung Baen. Jempol kirinya hilang, dengan perut dan leher berlubang.

Orangutan merupakan habitat asli wilayah tropis. Mereka hanya hidup di Borneo dan Sumatra.

Habitat orangutan terus berkurang seiring maraknya perburuan, penebangan liar dan ekspansi perusahaan yang mengancam tempat tinggal dan sumber makanan satwa ini.

WWF mencatat pada 2004 total populasi orangutan di Pulau Borneo yang meliputi wilayah Indonesia dan Malaysia hanya bersisa 54.000 ekor.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Orangutan WWF Kalimantan Hewan

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777