https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

20 Tahun Reformasi, Cak Imin: Kesenjangan Masih Jadi Momok Menakutkan

Supianto | Senin, 21/05/2018 15:59 WIB



Sudah banyak keberhasilan yang dicapai bangsa Indonesia selama era reformasi. Tetapi, masih banyak juga kekurangan yang harus segera di benahi. Wakik Ketua MPR, Muhaimin Iskandar saat memberikan kuliah Umum dalam rangka Dies Natalis ke 60 Fakultas Hukum UKI, di Kampus UKI Cawang Jakarta Selatan, Senin (21/5).

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar meminta segenap bangsa Indonesia  menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, sebagai spirit untuk menjadi negara maju. Sekaligus menjadi kekuatan agar Bangsa Indonesia mampu bersaing, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara-negara lain di dunia.

Itu disampaikan usai memberikan Kuliah Umum dihadapan Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang Jakarta Selatan, Senin (21/5).

Menurut Cak Imin, sapaan akrabanya, sudah banyak keberhasilan yang dicapai bangsa Indonesia selama era reformasi. Tetapi, masih banyak juga kekurangan yang harus segera di benahi. Salah satunya adalah persoalan kesenjangan yang masih terus memprihatinkan.

Baca juga :
Menko PM Sebut Koperasi Desa Instrumen Penting Berdayakan Masyarakat Desa

"Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa lain," kata Cak Imin menambahkan.

Sementara itu, saat menyampaikan kuliah umum, Muhaimin mengingatkan ada berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam rangka mempertahankan NKRI. Antara lain adalah munculnya aliran-aliran baru yang ada di tengah masyarakat. Serta, timbulnya kesenjangan yang makin lebar. Bahkan, kalau kesenjangan tersebut tidak segera diatasi, potensi terjadinya perpecahan bangsa, semakin besar.

Baca juga :
Menko PM Dorong UMKM dan Ekraf Jadi Kunci Tekan Kemiskinan Ekstrem

Pada saat berlangsung reformasi, kata Cak Imin berbagai pengamat luar negeri meramalkan bahwa bangsa Indonesia akan terpecah menjadi negara-negara kecil seperti yang menimpa Yugoslavia. Alasannya, karena Indonesia terdiri dari berbagai keragaman.  Ramalan  itu tidak benar, dan hanya Timor Timur yang terpisah dari ibu pertiwi.

"Waktu itu kita berhasil menutup ekspansi masuknya nilai-nilai asing dari luar, dan mampu mengikat persatuan, sehingga kita terhindar dari perpecahan yang lebih besar. Tetapi keberhasilan itu harus segera diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan yang lebih nyata bagi seluruh warga Indonesia, agar NKRI ini tertap terjaga," kata Muhaimin lagi.

Baca juga :
Menko PM Dorong Penguatan UMKM dan Ekraf, Targetkan 10 Juta Lapangan Kerja
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Muhaimin Iskandar

Terkini | Selasa, 28/07/2026 08:42 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777