https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tips Berpuasa di Masa Menyusui

Syafira | Minggu, 12/05/2019 14:50 WIB



Mempersiapkan puasa yang akan Anda jalani akan ikut bantu mencegah terjadinya masalah yang mungkin terjadi. Ilustrasi ibu menyusui (foto:google)

Jakarta, Jurnas.com  - Sebelum memutuskan untuk menjalani ibadah puasa saat menyusui, sebaiknya Anda perlu memperhatikan usia dan kondisi si kecil. Jika anak mengalami kekurangan berat badan dan masih berada pada fase ASI Ekslusif (0-6 bulan) maka kebutuhannya akan jelas berbeda dengan bayi yang berusia 6-7 bulan keatas. Sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda.

Mempersiapkan puasa yang akan Anda jalani akan ikut bantu mencegah terjadinya masalah yang mungkin terjadi. Berikut tips saat menjalani puasa di masa menyusui.

- Lakukan pekerjaan rumah yang membutuhkan banyak energi, di luar jam puasa.

Baca juga :
Apa Itu Hari IBD Sedunia? Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

- Buatlah sebuah buku catatan makanan selama berpuasa, agar Anda dapat memastikan telah mengonsumsi cukup makanan dan minuman di luar jam puasa.

- Hindari tempat bersuhu panas dan usahakan cukup berisitirahat di jam puasa.

Baca juga :
Pemprov Jabar Targetkan 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026

- Cermat dalam mengatur menu harian Anda, agar bisa mencukupi kebutuhan nutrisi harian Ibu di masa menyusui.

Jika mengalami beberapa sinyal dari tubuh yang menandakan kondisi tubuh Anda sudah mulai lemah dan tidak seimbang, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melanjutkan puasa. 

Baca juga :
Komisi III Minta Hukum Tidak Dijadikan Alat Penindas Rakyat Kecil

Berpuasa di masa menyusui memungkinkan terjadinya dehidrasi karena asupan cairan yang Anda butuhkan dengan apa yang dikonsumsi berbeda. Gejala dehidrasi yang bisa Ibu deteksi adalah rasa haus yang menyengat, merasa lemah, sakit kepala atau nyeri lainnya, aroma urin yang menyengat.

Jika asupan nutrisi harian Anda tidak seimbang serta pola makan menjadi tidak teratur karena berpuasa di masa menyusui, lama-kelamaan kondisi ini akan mempengaruhi produksi ASI dan menganggu asupan si kecil. 

Tanda si kecil tidak mendapatkan cukup ASI adalah berkurangnya jumlah popok basah, kotoran yang dihasilkan si kecil berwarna kehijauan dan berat badannya terus berukurang.

Jika Anda menyadari adanya tanda-tanda bahaya yang dialami ketika berpuasa di masa kehamilan, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan minum air mineral. Idealnya ibu bisa tambahkan gula atau garam ke air tersebut, atau segera konsumsi minuman yang bisa menjadi solusi rehidrasi. Jika Anda masih merasa tidak sehat, sebaiknya segera hubungi dokter.

Di masa menyusui, mungkin Anda akan kesulitan untuk makan di malam hari dan ini akan membuat Anda mengalami penurunan berat badan. Anda sebaiknya bicarakan hal ini kepada dokter. Namun selama kondisi tetap sehat dan penurunan berat badannya hanya 1 kg per minggu di bulan ramadan, maka ini tidak akan mempengaruhi produksi ASI.

Si kecil tidak akan banyak terpengaruh puasa yang ibu jalani di masa menyusui, karena ASI ibu akan tetap diproduksi. Asupan kalori dalam satu periode waktu tidak akan mempengaruhi produksi ASI yang ibu hasilkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

tips puasa menyusui ASI bayi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777