https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pagelaran Wayang MPR di Semarang, Tercatat Sebagai Prestasi Dunia

Supianto | Jum'at, 30/03/2018 06:25 WIB



Dibanding metode yang lain, wayang relatif lebih mudah diterima masyarakat, karena bahasa yang digunakan lebih sederhana, sehingga mudah dipahami dan diterima masyarakat. Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah (Foto: Humasmpr)

Semarang - Ditandai penyerahan tokoh wayang Bawularno dari Ketua Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Sadono kepada Ki Dalang Sigit Arianto, pagelaran wayang spektakuler, kerjasama MPR dengan Universitas Negeri Semarang Kamis (29/3), dalam rangka Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (Unnes) ke 53 resmi dimulai. 

Pagelaran wayang dengan lakon Manunggaling Mustikaning Jagat, itu dimainkan  dua dalang sekaligus, yaitu, Ki Sigit Ariyanto dan Ki Seno Nugroho.
Ribuan warga masyarakat Semarang turut memeriahkan pagelaran tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Harian Dewan Penyantun Unnes Agus Hermanto, Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, dan Rektor Unnes, Fathur Rokhman.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April
Sesaat sebelum membuka jalannya pagelaran, Bambang Sadono, mewakili Ketua MP mengatakan, wayang merupakan salah satu metode sosialisasi yang sudah lama dipakai untuk memasyarakatkan empat pilar. Dibanding metode yang lain, wayang relatif lebih mudah diterima masyarakat, karena bahasa yang digunakan lebih sederhana, sehingga mudah dipahami dan diterima masyarakat.

"Mohon Ki dalang memakai bahasa yang mudah dipahami masyarakat, agar pesan empat pilar yang hendak disampaikan kepada masyarakat gampang dicerna," kata Bambang Sadono menambahkan.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal

Sebelumnya Ketua Biro Humas MPR RI, Siti Fauziah mmengatakan, pagelaran wayang di Unnes itu memang spektakuler, karena melibatkan dua dalang yang melibatkan gaya yang berbeda. Yaitu gaya Surakarta dan Yogyakarta. Cara itu cukup unik, dan baru pertama dilakukan dalam perjalanan pagelaran wayang oleh MPR.

"Mudah-mudahan, kalau ada kesempatan kerjasama lagi dengan MPR, Unnes bisa melakukan hal-hal unik yang belum ada sebelumnya. Karena cara itu cukup menarik, untuk dinikmati," kata Siti Fauziah menambahkan.

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim

Pagelaran Wayang spektakuler, kerjasama Unnes dengan MPR RI, itu mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia. Penghargaan diberikan karena pagelaran wayang oleh dua dalang beda aliran belum pernah terjadi sebelumnya, baik di Indonesia maupun dunia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Wayang Unnes

Terkini | Selasa, 28/07/2026 23:58 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777