https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengintip Tradisi "Ogoh-Ogoh" di Bumi Mekepung

Mutiul Alim | Sabtu, 17/03/2018 06:01 WIB



Tak cuma dijadikan sebagai ajang pamer kreativitas seni membuat patung, tradisi ini juga punya makna sakral. Pertunjukan ogoh-ogoh di Kabupaten Jembrana, Bali

Jakarta – Pertunjukan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi sudah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh umat Hindu di Bali. Tak cuma dijadikan sebagai ajang pamer kreativitas seni membuat patung, tradisi ini juga punya makna sakral.

Seperti dijelaskan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Jembrana Putu Sutardi. Dalam literatur Hindu, ogoh-ogoh merupakan lambang dari sifat-sifat buruk yang bersemayam di dalam diri manusia.

Dan ritual Nyepi yang dilakukan keesokan harinya, menjadi media untuk berkontemplasi dari segela jenis keburukan tersebut.

Baca juga :
BUMN Khusus Ekspor SDA Dibentuk, Migas Tak Termasuk, Ini Penjelasan Bahlil

“Ini maknanya supaya kita bisa khusyuk. Segala keburukan yang ada pada diri kita harus dihilangkan, atau dalam istilah Hindunya di-somiya,” terang Putu saat dihubungi Jurnas.com, Jumat (16/3) di Jakarta.

Bernilai wisata

Baca juga :
Komisi X Sebut Bali Jadi Role Model Pemanfaatan Data BPS

Putu tak menampik pertunjukan ogoh-ogoh di Bali menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara. Di Kabupaten Jembrana, salah satunya, selama tujuh tahun terakhir ogoh-ogoh dijadikan ajang perlombaan setiap tahun.

Tahun ini, kata Putu, sebanyak 264 ogoh-ogoh tersebar di sejumlah desa dari total lima kecamatan yang ada di kabupaten yang dijuluki Bumi Mekepung tersebut. Dan 16 di antaranya mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten.

Baca juga :
Australia Beri Sinyal Siap Kerahkan Pasukan ke Laut China Selatan

“Kebudayaan dalam pengertian luas kan juga salah satunya unsur ekonomi. Jadi, dalam jangka panjang, perlombaan ini bisa menjadi atraksi wisata. Bahkan hari ini (16/3) saja sudah mulai ada tamu mancanegara yang menonton,” ujarnya.

Pertunjukan ogoh-ogoh ternyata tak hanya dinikmati oleh umat Hindu yang akan merayakan Nyepi. Komunitas Muslim di Jembrana pun mengaku terhibur dengan iven tahunan tersebut.

Bahkan salah seorang penonton, Dwi (22), mengaku sudah ikut memadati lokasi pertunjukan sejak dua jam sebelum acara dimulai.

"Kebetulan hari ini kerja libur. Jadi sama teman-teman janjian buat nonton ini. Sangat menghibur," ucapnya.



Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Nyepi Bali Ogoh-Ogoh Jembrana

Humanika

Kamis, 16/07/2026 09:09 WIB

Niat Puasa Senin dan Kamis di Bulan Safar

Kamis, 16/07/2026 07:07 WIB

Adab Menginap di Hotel Makkah dan Madinah

Kamis, 16/07/2026 01:01 WIB

16 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777