https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Isu SARA dan Hoax, Zulkifli: Sudah Kuno!

Supianto | Senin, 12/03/2018 18:15 WIB



kalau selalu seperti sekarang dipenuhi dengan isu suku, agama, mayoritas atau minoritas, dan lainnya, Indoensia tidak akan beranjak maju. Zulkifli Hasan diskusi bersama wartawan parlemen di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/3).

Jakarta - Ketua Majelis Permusyawartan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengajak semua pihak untuk bicara tak lagi membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), mayoritas atau minoritas, menyebarkan (berita palsu) dan ujaran kebencian.

"Jangan lagi isunya soal agama, suku, mayoritas atau minoritas. Itu sudah kuno. Kita harus bicara Indonesia dimana semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama," demikian kata Zulkifli dalam diskusi bersama wartawan parlemen di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/3).

Ketua Umum Partai Amanant Nasional (PAN) mendesak semua pihak keluar dari situasi seperti itu. Sebab, kalau selalu seperti sekarang dipenuhi dengan isu suku, agama, mayoritas atau minoritas, dan lainnya, Indoensia tidak akan beranjak maju.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April
"Kalau keadaannya masih seperti ini, maka akan ada sekelompok atau segelintir orang yang akan mengadu-domba dan memecahbelah dan meyakinkan kita bahwa kita bisa diadu-domba," ujarnya.

Ia mengatakan mengapa ada kasus penyerangan terhadap ulama, pastor, karena ada keyakinan bahwa masyarakat kita bisa diadu-adu.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal
"Karena itu saya berpendapat bahwa kita harus keluar dari apa yang terjadi sekarang ini. Seperti sudah disepakati kita tidak lagi bicara soal suku, agama, ras, antargolongan. Tapi kita bicara tentang Indonesia yang setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama di negeri ini," kata Zulhasan.

Mantan Menteri Kehutanan itu mengatakan, maju atau mundurnya sebuah negara tergantung bagaimana mengelola negara itu. Singapura yang tidak memiliki perkebunan sawit atau tambang, bisa maju. Korea Selatan dan Korea Utara memiliki etnis, suku, yang sama, tapi Korea Selatan lebih maju dari Korea Utara.

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim
"Kita harus bicara Indonesia yang bersatu. Mereka yang hebat adalah mereka yang bisa memajukan negeri ini. Kita harus melangkah ke sana sehingga kita bisa melawan SARA, berita palsu, radikal, dan lainnya," pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777