https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unhas

Redaksi | Selasa, 14/11/2017 14:03 WIB



Hak angket DPR kepada KPK tidak memiliki dasar hukum dalam tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., DFM (kiri) disalami Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A

Makassar - Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., DFM, menyampaikan Pidato Penerimaan Jabatan Profesor pada Pengukuhan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi  Selatan, Selasa (14/11). "Eksistensi Hak Angket Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia", menjadi tema pidato Pengukuhan yang disampaikan Faisal Abdullah pada Sidang Senat Akademik yang dipimpin Prof. Dr. H.M. Tahir Kasnawi, S.U dan disaksikan Rektor Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A 

Judul tersebut lahir dari refleksi ilmiah yang saat ini krusial, yaitu korelasi hubungan antar lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif terkait penggunaan hak angket DPR kepada KPK. Faisal menegaskan bahwa  penggunaan hak angket DPR harus dalam mekanisme check and balances antara lembaga negara/pemerintah yang lain, bukan bentuk intervensi. Sehingga, bagaimanapun penggunaan hak angket tersebut harus tetap mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 

“Hak angket DPR kepada KPK tidak memiliki dasar hukum dalam tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.  Sehingga apabila terus dipaksakan, penggunaan angket tersebut bukan untuk hal konstitusi atau hak hukum, tapi kekuasaan yang bertentangan dengan hukum,” kata Faisal saat menyimpulkan pidato ilmiahnya.

Baca juga :
Guru Besar Unhas Ditunjuk jadi Plh Rektor UNM

Menurut pria kelahiran Pare-Pare 24 Juni 1963 ini, penggunaan hak angket DPR kepada KPK dan lembaga negara lainnya adalah perluasan kewenangan DPR. Jadi  jika DPR ingin melakukan itu, maka UU MD3 harus terlebih dahulu diubah. Kemudian  hak Angket tersebut menjadi suatu potensi sengketa antar lembaga negara yang merupakan satu persoalan yang penanganannya menjadi wewenang lembaga peradilan untuk memutuskan. 

Dari rangkaian pidatonya yang begitu sarat dengan nilai-nilai akademis, ada sisi humanis yang luar biasa dan patut dicontoh. Yakni ungkapan syukur kepada Allah dibarengi ucapan terima kasih kepada kedua orang tua dan mempersembahkan seluruh prestasi tertinggi akademis ini untuk beliau berdua.

Baca juga :
Gus Halim Terima Kunjungan Dubes Arab Saudi, Bahas Peningkatan Kerja Sama Investasi

"Saya bersyukur kepada Allah SWT bahwa hingga hari ini saya masih menikmati suatu kenikmatan langka, bahwa dalam umur saya saat ini masih dapat ditunggu ayah dan ibu saya. Saya bangga menjadi putra mereka H. Abdullah Rahim dan Hj. Rasmiah Hamsah Wa`du, Guru Besar ini saya persembahkan kepada mereka berdua karena kehormatan akademis sebenarnya milik mereka berdua untuk saya abdikan melalui pengabdian saya mengajar dan mendidik orang lain yang membutuhkan ilmu saya," ucap beliau dengan terbata-bata dan meneteskan air mata.

Faisal Abdullah yang mengawali karir akademik sebagai dosen Unhas pada 1988. Selain aktif menulis dan karya ilmiah dan buku, ia aktif di berbagai organisasi, termasuk pernah berkecimpung di KONI dan PSSI. Adapun di Kemenpora, ia juga pernah menduduki posisi Deputi Pembudayaan Olahraga dan beberapa kali menduduki Staf Ahli.

Baca juga :
Kemenpora Gelar Pelatihan Tenaga Pendamping Bagi Pemuda Berkebutuhan Khusus

Sebenarnya ia sudah  lama menerima gelar Profesor namun karena kesibukan, baru kali berkesempatan dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Tata Negara Unhas. Pria keturunan Arab ini menjadi profesor ke-372 yang dimiliki Unhas. Pengukuhan Guru Besar Unhas ini dibarengkan dengan pengukuhan Prof Dr.Ir Syafruddin Syarif, MT yang menjadi Guru Besar Bidang Teknik dan menjadi profesor ke-373 yang dimiliki Unhas.

Acara pengukuhan Prof. Dr. Faisal Abdullah dihadiri para para akademisi Unhas dan para keluarga, tokoh, dan kolega, tampak isteri Thurayah Hasan, Staf Khusus Wapres Alwi Hamu, Rektor UNM Husain Syam. Dari Kemenpora yang mewakili Menpora Imam Nahrawi, hadir Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Samsudin, Asdep Pengelolaan Olahraga Pendidikan Arifin, Kabag Organisasi Olahraga Ahmad Arsani, dan Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda Alman Hudri

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Faisal Abdullah guru besar unhas

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777