https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran vs Eropa, Siapa yang Lebih Kuat dalam Krisis Nuklir Ini?

Vaza Diva | Selasa, 15/07/2025 12:01 WIB



Iran vs negara-negara Eropa, mana yang lebih berkuasa? simak penjelasannya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Ketegangan seputar program nuklir Iran kembali memanas, memunculkan pertanyaan besar, siapa sebenarnya yang memegang kendali dalam krisis yang telah berlangsung bertahun-tahun ini, antara Iran dan kekuatan-kekuatan Eropa?

Situasi ini bagaikan permainan catur diplomatik yang rumit, di mana setiap langkah memiliki konsekuensi global.

Sejak Amerika Serikat di bawah pemerintahan sebelumnya menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi, hubungan antara Teheran dan Eropa kian merenggang.

Baca juga :
Tiga Kelompok Kurdi Bantah Selundupkan Amunisi AS ke Iran

Negara-negara Eropa, seperti Inggris, Prancis, dan Jerman (kelompok E3), berupaya keras menyelamatkan kesepakatan itu dan menjaga jalur diplomasi tetap terbuka. Namun, di sisi lain, Iran terus mempercepat program pengayaan uraniumnya, yang memicu kekhawatiran serius di Barat.

Pertemuan antara pejabat Iran dan Eropa terus berlanjut, kadang tertutup, kadang terbuka. Misalnya, pada Mei 2025 lalu, pejabat Iran dan Eropa sempat mengadakan pembahasan di Istanbul, Turki, untuk mencari solusi dan mencegah eskalasi.

Baca juga :
Iran Gelar Nikah Massal Pasukan Siap Mati Lawan AS-Israel

Iran sendiri telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk berdiplomasi, namun dengan syarat yang tegas: sanksi harus dicabut dan agresi, terutama dari AS dan Israel, harus dihentikan.

Di sisi lain, Eropa berada dalam posisi yang sulit. Mereka ingin mempertahankan prinsip multilateralisme dan menjaga kesepakatan nuklir, namun juga harus menyeimbangkan hubungan strategis dengan Amerika Serikat, yang memiliki pandangan lebih keras terhadap Iran.

Baca juga :
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat

Perpecahan di antara negara-negara Eropa sendiri kadang terlihat dalam merespons situasi, yang berisiko mengurangi efektivitas diplomasi mereka.

Iran telah menunjukkan tekadnya untuk tidak gentar. Mereka menolak negosiasi jika AS tetap mendesak penghentian pengayaan uranium.

Bahkan, Iran mengancam akan memberikan respons proporsional jika Eropa mengaktifkan kembali sanksi PBB terhadap mereka.

Ini menunjukkan bahwa Teheran merasa memiliki posisi tawar, terutama dengan dukungan dari negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia yang menjadi pembeli minyak mereka, melemahkan efektivitas sanksi Barat.

Namun, eskalasi militer, seperti serangan yang baru-baru ini terjadi terhadap fasilitas nuklir Iran dan balasan dari Teheran, semakin memperumit situasi.

Krisis ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak hanya diukur dari militer atau ekonomi semata, tetapi juga dari ketahanan diplomatik, solidaritas internal, dan kemampuan untuk memproyeksikan pengaruh.

Dalam permainan catur diplomatik ini, baik Iran maupun Eropa sedang menguji batas-batas kekuatan masing-masing, dengan nasib stabilitas regional dan global menjadi taruhannya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Iran Eropa nuklir krisis global hubungan diplomatik

Terkini | Jum'at, 12/06/2026 05:32 WIB

Humanika

12 Juni 2026, Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

Olahraga

Presiden Persija: Staf Pelatih Musim Depan Ditentukan Shin Tae-yong

Olahraga

Fokus Juara, Persija Depak Tujuh Pemain Asingnya Musim Lalu

Ekonomi

Dony Oskaria Paparkan Langkah Sistematis Restrukturisasi BUMN

Humanika

Begini Urutan Memotong Kuku Sesuai Sunnah Rasulullah agar Berpahala

News

ASDP Salurkan Rp 1 Miliar Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Budaya Bali

News

MUI Minta Hukuman Pelaku LGBT Lebih Berat dari Perzinaan

News

Gandeng LAN, Kemnaker Perkuat MagangHub untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja

News

Kejagung Tetapkan Orang Kepercayaan Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG

News

Iran Kembali Blokir Selat Hormuz, Kapal Diminta Menunggu

News

63.813 Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Spirit Kemabruran

News

Meski Saling Serang, Perundingan AS-Iran Dikabarkan Terus Berjalan

News

Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia

News

Demo Cipayung Plus, Desak Pencopotan Menkeu hingga Tolak Kenaikan Harga BBM

News

Piala Dunia 2026 Dinilai Mampu Ciptakan Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

News

Wamenperin: Industri Tekstil Kokoh Hadapi Gejolak Rupiah dan Pasar Modal

News

Kemendagri Usul Rp1 Triliun Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777