https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bukan Sekadar Seremoni, Ini Sejarah Player Escort

Vaza Diva | Selasa, 17/06/2025 13:01 WIB



Player escort bukan sekadar bagian dari protokol pertandingan. Mereka adalah wajah masa depan sepak bola, lambang kepolosan yang menyentuh emosi, dan bagian dari narasi besar bahwa sepak bola lebih dari sekadar pertandingan Ilustrasi - para pemain Brasil bersama Player Escort (Foto: detik)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam setiap pertandingan sepak bola internasional atau turnamen besar, pemandangan anak-anak kecil yang berjalan beriringan dengan para pemain saat memasuki lapangan sudah menjadi hal yang lazim.

Mereka dikenal dengan sebutan player escort atau pendamping pemain. Meski sering dianggap sekadar pelengkap seremoni, ternyata kehadiran mereka memiliki sejarah panjang dan makna yang cukup mendalam.

Tradisi menghadirkan anak-anak sebagai pendamping pemain diyakini mulai populer pada pertengahan tahun 1990-an.

Baca juga :
Komisi X DPR Apresiasi Piala Presiden Libatkan Klub Liga 4 dari 38 Provinsi

Salah satu pendorong utamanya adalah kolaborasi antara FIFA dan berbagai sponsor besar, seperti McDonald`s dan Coca-Cola, yang melihat potensi besar dalam melibatkan generasi muda dalam olahraga sepak bola.

Tujuan awalnya sederhana, yaitu mendekatkan anak-anak dengan dunia olahraga, khususnya sepak bola, serta memberikan mereka pengalaman tak terlupakan.

Baca juga :
Tujuh Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Zulhijjah

Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan player escort juga menjadi simbol dari nilai-nilai yang lebih luas dalam dunia olahraga.

Meski terlihat sederhana, tugas seorang player escort bukan hanya berjalan berdampingan dengan pemain. Mereka adalah representasi dari harapan, perdamaian, dan semangat universal yang dijunjung tinggi oleh olahraga ini.

Baca juga :
Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun

Dalam banyak ajang internasional, seperti Piala Dunia, kehadiran anak-anak ini menyampaikan pesan moral bahwa sepak bola adalah milik semua kalangan, termasuk generasi masa depan.

Anak-anak yang terpilih sebagai player escort biasanya berasal dari berbagai latar belakang dan budaya, yang menunjukkan keragaman dan inklusivitas.

Mereka juga sering dipilih melalui berbagai cara, seperti lomba menggambar, penulisan esai, atau program komunitas yang dijalankan oleh sponsor resmi atau asosiasi sepak bola nasional.

Bagi banyak anak, menjadi player escort adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Bayangkan saja berjalan bersama Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Kylian Mbappé di hadapan ribuan penonton dan jutaan pasang mata di seluruh dunia ini adalah pengalaman seumur hidup.

Tak sedikit dari mereka yang mengaku bahwa momen tersebut menjadi motivasi untuk menekuni olahraga, bahkan bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional di masa depan.

Dalam beberapa edisi turnamen, terutama di tengah kondisi global yang sedang dilanda konflik atau bencana, kehadiran player escort juga menjadi simbol harapan.

Misalnya, FIFA pernah mengajak anak-anak dari daerah konflik atau korban bencana untuk menjadi pendamping pemain, sebagai pesan solidaritas dan perhatian dunia terhadap mereka.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sejarah Player Escort Sepak Bola Fakta Unik

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777