https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sejarah Unik di Balik Diberlakukannya Kartu Kuning dan Merah

Mutiul Alim | Senin, 16/06/2025 10:30 WIB



Sanksi kartu kuning maupun kartu merah dalam suatu pertandingan membawa dampak yang krusial bagi tim. Wasit memberikan kartu merah (Foto: Unsplash/Alfonso Scarpa)

Jakarta, Jurnas.com - Sanksi kartu kuning maupun kartu merah dalam suatu pertandingan membawa dampak yang krusial bagi tim. Mendapatkan satu di antara keduanya tetap menjadi kerugian dan akan mempengaruhi para pemain secara psikologis.

Dalam sejarah panjang sepak bola, kehadiran dua kartu warna ini baru mulai diperkenalkan secara resmi pada 1970. Di balik kemunculannya terdapat ide brilian yang lahir bukan dari ruang rapat atau diskusi panjang, melainkan dari perjalanan seorang wasit pulang ke rumah.

Ken Aston, sosok penting dalam dunia perwasitan asal Inggris, menjadi penggagas sistem kartu setelah memimpin pertandingan panas antara Inggris dan Argentina di Piala Dunia 1966.

Baca juga :
Kocak, Pemain Ini Dikartu Merah gegara Pipis di Botol

Saat itu, terjadi kekacauan karena komunikasi antara wasit dan pemain tak berjalan lancar akibat perbedaan bahasa dan tekanan atmosfer laga. Dalam perjalanan pulang, Aston memperhatikan lampu lalu lintas dan terbesit ide sederhana, yaitu kuning sebagai tanda peringatan dan merah sebagai perintah untuk berhenti.

Ide ini dia adaptasi ke dalam sepak bola sebagai sistem visual yang universal, menggantikan penjelasan lisan yang rawan disalahpahami. FIFA kemudian menyambut gagasan tersebut, dan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, kartu kuning dan merah digunakan secara resmi untuk pertama kalinya.

Baca juga :
7 Fakta Unik Chelsea, Raja London yang Nyaris Bangkrut

Respons terhadap penggunaan kartu sangat positif karena memperjelas posisi wasit dalam mengambil keputusan, serta memberi sinyal yang tegas dan langsung kepada pemain dan penonton.

Meskipun demikian, perjalanan kartu tidak selalu mulus. Liga Premier, misalnya, sempat mencabut penggunaan kartu merah pada 1981 karena dianggap terlalu memancing kerusuhan dan gesekan.

Baca juga :
Kuda Hitam, Sejak Kapan Istilah Ini Digunakan Sepak Bola?

Namun pada 1987, setelah banyak evaluasi dan desakan dari badan pengatur pertandingan, kartu merah kembali diberlakukan. Langkah ini terbukti mengembalikan kepercayaan terhadap otoritas wasit serta memperbaiki disiplin di lapangan.

Seiring waktu, sistem kartu berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Di era modern, peran Video Assistant Referee (VAR) memperluas cakupan interpretasi kartu. Sebuah pelanggaran yang awalnya dinilai hanya layak untuk kartu kuning bisa berubah menjadi kartu merah setelah tayangan ulang dianalisis ulang oleh wasit.

Salah satu contoh nyata penggunaan sistem kartu dalam skala ekstrem terjadi pada laga Belanda melawan Argentina di Piala Dunia Qatar 2022. Pertandingan yang dikenal dengan sebutan `Battle of Lusail` mencatatkan total 18 kartu kuning dan satu kartu merah.

Kini, hampir tak ada pertandingan sepak bola tanpa kehadiran kartu kuning atau merah. Kehadirannya menjadi simbol keadilan, batas, dan peringatan yang dikenali di seluruh dunia, tak peduli bahasa atau budaya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sejarah Kartu Kuning Fakta Unik Sepak Bola Ken Aston

Terkini | Selasa, 16/06/2026 22:35 WIB

Olahraga

Eks Gelandang Liverpool Anggap Masa Terbaik Mo Salah Sudah Lewat

Olahraga

Bek Crystal Palace Maxence Lacroix Masuk Daftar Buruan Chelsea

News

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia Indonesia, Barbuk Sabu 27 Kilo

Olahraga

Sunderland Gabung Tiga Klub Liga Premier Bidik Striker Birmingham

Olahraga

Manchester United Incar Gelandang Fulham Sander Berge

News

Sehari, Empat Upaya Penyelundupan Nakoba di Rutan Salemba Digagalkan

Olahraga

Mourinho Gagal Bawa Pulang Nico Paz ke Real Madrid

Gaya Hidup

Penelitian Baru Ungkap Perak Koin Viking Berasal dari Dirham Islam

Gaya Hidup

Studi: Remaja Putri Paling Rentan Alami Gangguan Mental Akibat Media Sosial

Olahraga

Arsenal Bidik Gelandang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi

Olahraga

Timnas Uruguay Frustrasi Ditahan Imbang Arab Saudi

News

DPR Minta Bea Cukai Benahi Layanan dan Tata Kelola Ekspor-Impor

Humanika

Ini Berbagai Pantangan di Bulan Suro yang Masih Dipercaya Masyarakat

Humanika

Delapan Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Sayang Dilewatkan

News

Gempa M 6,7 Guncang Palu Sulteng, Sejumlah Bangunan Roboh-Jembatan Retak

News

Menag Ajak Maknai Tahun Baru Islam 1448 H jadi Momentum Transformasi Sosial

News

Tahun Baru Islam, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

News

Donald Trump Bakal Undang PM Irak ke Gedung Putih Pertengahan Juli

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777