https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Sejarah Regulasi Offside, Sejak Kapan Jadi Aturan Pertandingan?

Mutiul Alim | Senin, 16/06/2025 09:30 WIB



Tak ada istilah dalam sepak bola yang lebih sering memicu perdebatan selain `offside`. Mulai dari stadion hingga warung kopi, keputusan offside kerap jadi sumber drama dalam setiap pertandingan. Ilustrasi offside (Foto: BBC)

Jakarta, Jurnas.com - Tak ada istilah dalam sepak bola yang lebih sering memicu perdebatan selain `offside`. Mulai dari stadion hingga warung kopi, keputusan offside kerap jadi sumber drama dalam setiap pertandingan.

Namun, di balik gestur hakim garis yang mengangkat bendera itu, terdapat sejarah panjang yang membentuk aturan ini hingga menjadi bagian penting dari permainan modern.

Konsep offside sudah ada sejak abad ke-19, bahkan sebelum sepak bola resmi diatur secara terpusat. Pada 1863, saat Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) membakukan aturan pertama, ketentuan offside sudah tercantum di dalamnya.

Baca juga :
Kocak, Pemain Ini Dikartu Merah gegara Pipis di Botol

Versi awalnya menyatakan bahwa seorang pemain dianggap offside jika berdiri di depan bola saat dikirimkan oleh rekan satu tim. Aturan tersebut begitu ketat sehingga nyaris mustahil melakukan operan ke depan.

Perubahan besar pertama terjadi pada 1866, ketika syarat offside diubah menjadi keharusan adanya tiga pemain lawan di antara penyerang dan gawang. Ini memungkinkan adanya operan ke depan dan mempercepat tempo permainan.

Baca juga :
7 Fakta Unik Chelsea, Raja London yang Nyaris Bangkrut

Namun, seiring berkembangnya taktik bertahan, terutama strategi `one-back game` yang memancing banyak pelanggaran offside, pertandingan mulai terasa membosankan. Penonton pun kehilangan antusiasme karena aksi menyerang terlalu sering dipatahkan sebelum mendekati kotak penalti.

Kondisi tersebut memicu desakan perubahan. Titik balik terjadi pada 13 Juni 1925, saat badan hukum sepak bola tertinggi, International Football Association Board (IFAB), menggelar pertemuan di Paris dan mengesahkan revisi penting.

Baca juga :
Kuda Hitam, Sejak Kapan Istilah Ini Digunakan Sepak Bola?

Jumlah pemain lawan yang harus menghalangi posisi penyerang dikurangi dari tiga menjadi dua. Revisi ini berhasil menghidupkan kembali daya tarik permainan. Statistik gol di Liga Premier pada musim berikutnya melonjak drastis dari 2,5 menjadi lebih dari 3,4 gol per pertandingan.

Lompatan taktik pun segera menyusul. Pelatih legendaris Herbert Chapman menciptakan formasi W-M sebagai respons terhadap perubahan offside. Dengan tiga bek sejajar dan dua gelandang bertahan, pertahanan menjadi lebih fleksibel, sementara lini depan lebih agresif.

Pada 1990, IFAB kembali merevisi aturan, kali ini menyatakan bahwa seorang pemain dianggap onside jika sejajar dengan bek terakhir. Tujuannya adalah untuk mendorong permainan ofensif dan mengurangi jumlah pelanggaran offside pasif. Revisi ini dianggap bentuk reformasi terbesar sejak era pasca-Perang Dunia II.

Kini, di era teknologi, offside menjadi lebih rumit. Video Assistant Referee (VAR) memperkenalkan ketepatan digital dalam menilai posisi pemain. Garis virtual dan analisis milidetik menjadi acuan, meski tak jarang justru menambah kontroversi.

Pada 2025, IFAB kembali mengesahkan eksperimen baru, terinspirasi oleh usulan dari federasi Swedia, yang mengusulkan penyerang dinyatakan onside jika bagian tubuh manapun masih sejajar dengan bek terakhir.

Tujuan dari regulasi anyar ini ialah untuk memberikan keuntungan lebih besar kepada tim penyerang, sebuah respons atas keluhan bahwa VAR yang justru membatasi dinamika pertandingan.

Akhirnya, offside berkembang dari aturan kuno menjadi instrumen taktis yang menentukan irama permainan modern. Regulasi ini terus berevolusi untuk menjaga keseimbangan antara keindahan menyerang dan seni bertahan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Regulasi Offside Fakta Unik Sepak Bola Wasit VAR

Terkini | Selasa, 16/06/2026 22:35 WIB

Olahraga

Eks Gelandang Liverpool Anggap Masa Terbaik Mo Salah Sudah Lewat

Olahraga

Bek Crystal Palace Maxence Lacroix Masuk Daftar Buruan Chelsea

News

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia Indonesia, Barbuk Sabu 27 Kilo

Olahraga

Sunderland Gabung Tiga Klub Liga Premier Bidik Striker Birmingham

Olahraga

Manchester United Incar Gelandang Fulham Sander Berge

News

Sehari, Empat Upaya Penyelundupan Nakoba di Rutan Salemba Digagalkan

Olahraga

Mourinho Gagal Bawa Pulang Nico Paz ke Real Madrid

Gaya Hidup

Penelitian Baru Ungkap Perak Koin Viking Berasal dari Dirham Islam

Gaya Hidup

Studi: Remaja Putri Paling Rentan Alami Gangguan Mental Akibat Media Sosial

Olahraga

Arsenal Bidik Gelandang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi

Olahraga

Timnas Uruguay Frustrasi Ditahan Imbang Arab Saudi

News

DPR Minta Bea Cukai Benahi Layanan dan Tata Kelola Ekspor-Impor

Humanika

Ini Berbagai Pantangan di Bulan Suro yang Masih Dipercaya Masyarakat

Humanika

Delapan Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Sayang Dilewatkan

News

Gempa M 6,7 Guncang Palu Sulteng, Sejumlah Bangunan Roboh-Jembatan Retak

News

Menag Ajak Maknai Tahun Baru Islam 1448 H jadi Momentum Transformasi Sosial

News

Tahun Baru Islam, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

News

Donald Trump Bakal Undang PM Irak ke Gedung Putih Pertengahan Juli

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777